Potretkota.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah pencapaian Pemprov Jatim (Pemerintah Provinsi Jawa Timur) dalam Triwulan ke II tahun 2025. Pemaparan itu disampaikan Gubernur Khofifah dalam Paripurna Istimewa DPRD Jatim dalam Rangka Memperingati Hari Jadi ke – 80 Jawa Timur, yang dihadiri langsung oleh Prof. Mahfud MD, Menko Polhukam 2019-2024.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di bulan 2, 2025, year on year, tumbuh 5,23 persen. Artinya lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen, dan kami juga menyampaikan terima kasih dan syukur nikmat kita bahwa secara quarter to quarter, tumbuh impresif 3,09 persen, dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi sepulau Jawa,” kata Khofifah, Minggu, (12/10/2025).
Baca Juga: Nama Korlap Hibah Pokir Kusnadi DPRD Jatim Dibongkar Lagi, Duh!
Pencapaian ini, lanjut Khofifah, merupakan hasil kerja keras Pemprov Jatim, DPRD Jatim dan seluruh OPD Jatim (Organisasi Pemerintah Daerah Jawa Timur). Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang oleh berbagai sektor strategis, terutama investasi di Jawa Timur, yang secara konsisten terus meningkat. Realisasi investasi di Jawa Timur di tahun 2024 tercatat tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
“Yakni sebesar Rp147,3 triliun. Di sisi perdagangan, kami juga ingin menyampaikan bahwa perdagangan Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp120,61 triliun pada semester 1 tahun 2025. Surplus ini kemudian mendapat penguatan dari misi dagang yang secara konsisten kami lakukan ke berbagai provinsi, dan pada bulan ini kita sudah masuk pada putaran yang ke-44 kali,” ungkapnya.
Baca Juga: Terdakwa Hasanuddin Serahkan Uang ke Sae’an Choir Rp2,5 Miliar
Tidak hanya itu, dalam perputaran keuangan Jawa Timur, dalam 6 putaran terakhir, di setiap transaksinya selalu di atas Rp1 triliun. Hal ini tentu menjadi bagian penting, bahwa Jawa Timur terus menggali peluang dan ruang untuk membuka pasar-pasar berani. Dengan perputaran keuangan yang cukup tinggi ini, Pemprov Jatim optimis dalam roda perekonomian.
Bukan cuma memaparkan pencapaian dalam peningkatan perekonomian Jawa Timur, Khofifah juga menyampaikan perihal angka kemiskinan di Jawa Timur. Menteri Sosial 2014-2018 ini juga menuturkan, penekanan terhadap angka kemiskinan di Jawa Timur mencapai hingga 9.5 persen. Penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur terhitung per Maret 2025.
Baca Juga: Hakim Tipikor Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah di Pokir Kusnadi
“Bagaimana kemudian dengan penurunan kemiskinan per Maret 2025, angka kemiskinan di Jawa Timur berhasil kita tekan hingga 9,5 persen, yang itu menurun dari Maret 2024. Bahkan untuk kemiskinan ekstrim di tahun 2020 mencapai 4,4 persen, dan pada Maret 2024, 0,66 persen kemiskinan ekstrim di Jawa Timur,” terang Khofifah di podium Kantor DPRD Jatim. (ASB)
Editor : Redaksi