Potretkota.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat jumlah penduduk Kota Surabaya sudah 3 juta lebih. Karena itu, rencana Daerah Pemilihnya (Dapil) juga bertambah.
Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surabaya, Novli Bernado Thyssen SH saat acara Penguatan Kelembagaan Bawaslu Dalam Menjaga Eksistensi Bawaslu Sebagai Lembaga Penyelenggara Pemilu Yang Berintegritas, disalah satu hotel di Surabaya pusat, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
"Karena jumlah penduduk sudah lebih dari 3 juta, tidak menutup kemungkinan tahun 2029 dapil akan bertambah. Kursinya DPRD juga menjadi 55," kata Novli Bernado Thyssen.
Meski sudah santer akan menambah dapil dan kursi, namun Novli masih menunggu ketetapannya dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).
Baca Juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan
Sementara, Airlangga Pribadi akademisi dari Universitas Airlangga (Uniar) menyatakan, untuk menghindari kecurangan politik uang, pengawasan saat pemilihan umum harus lebih ditingkatkan.
“Jadi selama ini edukasi politik Bawaslu tentang pengawasan sifatnya pendek. Padahal fungsi edukasi itu tahunan, misal menangkal hoaks dan politik uang,’ ujar Airlangga Pribadi.
Baca Juga: Hakordia 2025, Kejari Tanjung Perak Tingkatkan Lidik Kasus Korupsi Laporan Masyarakat
Airlangga Pribadi juga meminta agar lembaga dibawah Bawaslu dapat apresiasi agar kualitas pemilu semakin barkualtas. “Karena curang itu banyak insentifnya, yang jujur engga ada insentifnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, yaitu Anggota Bawaslu Jatim Anwar Noris, Deda Rainditya Sekretaris KIPP Jatim, Asisten 1 Pemkot Surabaya M Fikser, Sri Setiadji dosen Untag dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin. (Hyu)
Editor : Redaksi