Potretkota.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak mencatatkan capaian kinerja signifikan sepanjang tahun 2025. Hampir seluruh bidang mencatat realisasi anggaran 100 persen, disertai lonjakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang melampaui target hingga 357,75 persen.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kerja institusi dalam menyeimbangkan penegakan hukum, pemulihan keuangan negara, serta pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Kriminalitas Naik, Warga Surabaya Diminta Jadi Polisi Bagi Diri Sendiri
“Kami tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pada pemulihan aset negara dan pendekatan hukum yang berkeadilan. Prinsipnya, hukum harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar I Made Agus Mahendra Iswara, Minggu (28/12/2025).
Pada Bidang Pembinaan, Kejari Tanjung Perak mencatat realisasi anggaran sebesar 99,99 persen dari total pagu Rp18,56 miliar. Sementara realisasi PNBP mencapai Rp7,1 miliar dari target Rp1,98 miliar, yang bersumber dari denda perkara, uang pengganti, biaya perkara, hingga hasil lelang barang rampasan.
Bidang Intelijen juga mencatatkan kinerja optimal dengan realisasi anggaran 100 persen. Sepanjang 2025, Intelijen Kejari Tanjung Perak melaksanakan 13 kegiatan penyelidikan dan pengamanan, empat kegiatan PAKEM, empat penerangan hukum, hingga program Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Menyapa. Atas kinerja tersebut, bidang ini meraih peringkat keempat terbaik se-Jawa Timur.
“Fungsi intelijen bukan sekadar deteksi dini, tapi juga edukasi hukum. Kami ingin kehadiran kejaksaan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas I Made.
Pada Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), Kejari Tanjung Perak menangani ribuan perkara, mulai dari 1.354 perkara pra-penuntutan hingga 1.021 perkara eksekusi. Pendekatan keadilan restoratif diterapkan pada 21 perkara. Pidum pun meraih peringkat pertama Kejaksaan Negeri Tipe B se-Jawa Timur dalam penyelesaian perkara melalui restorative justice.
Baca Juga: Kinerja Kejari Surabaya 2025 Melonjak, PNBP Tembus 304 Persen
Sementara itu, Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) mencatat penanganan puluhan perkara korupsi, cukai, dan kepabeanan. Prestasi tertinggi diraih saat Kejari Tanjung Perak dinobatkan sebagai terbaik pertama se-Indonesia untuk Kejaksaan Negeri Tipe B dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi pada peringatan Hakordia 2025.
Kontribusi besar juga datang dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) yang berhasil melakukan penyelamatan dan pemulihan keuangan negara hingga Rp251,38 miliar melalui litigasi dan non-litigasi. Capaian tersebut mengantarkan Datun Kejari Tanjung Perak meraih peringkat pertama se-Jawa Timur.
Adapun Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) berhasil mengoptimalkan PNBP sebesar Rp5,67 miliar, melalui lelang, penjualan langsung, serta pemusnahan barang bukti. Bidang ini juga menyabet dua penghargaan kinerja terbaik tingkat Jawa Timur.
Baca Juga: Hakordia 2025, Kejari Tanjung Perak Tingkatkan Lidik Kasus Korupsi Laporan Masyarakat
I Made Agus Mahendra Iswara menegaskan, capaian kinerja 2025 akan menjadi pijakan untuk memperkuat reformasi birokrasi dan kepercayaan publik ke depan.
“Capaian ini bukan tujuan akhir. Evaluasi tetap kami lakukan agar penegakan hukum di wilayah Tanjung Perak semakin profesional, transparan, dan berintegritas,” pungkasnya.
Kejari Tanjung Perak menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan pada tahun mendatang. (ASB)
Editor : Redaksi