Bantu Pokir Gresik dan Lamongan

Korlap Pokmas Kusnadi Wilayah Bojonegoro Untung Banyak, Hakim: Orang Ini Belum Tersangka?

avatar potretkota.com
Khoirul Anwar ST dan bukti setor ke Fujika Senna Oktavia
Khoirul Anwar ST dan bukti setor ke Fujika Senna Oktavia

Potretkota.com - Terdakwa Hasanuddin, menggandeng Khoirul Anwar ST untuk dijadikan koordinator lapangan (korlap) dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) Kusnadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) 2019-2024, khusus wilayah Bojonegoro.

Berbekal pengalaman pendamping PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), Khoirul Anwar dalam hal pokir juga berperan membantu kelompok masyarakat (pokmas) bentukan Hasanuddin wilayah Gresik-Lamongan. 

Baca Juga: Nama Korlap Hibah Pokir Kusnadi DPRD Jatim Dibongkar Lagi, Duh!

“Daerah Gresik, Lamongan saya hanya membantu membuat LPJ dan RAB. Yang Bojonegoro semuanya, mulai proposal, RAB, LPJ dan pekerjaannya,” kata Khoirul Anwar, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (23/1/2026).

Karena dipercaya, tak heran jika Khoirul Anwar dilihatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah bolak balik transfer uang puluhan hingga ratusan juta kepada Terdakwa Hasanuddin. 

Meski setoran pokir yang diberikan Terdakwa Hasanuddin tidak sedikit, Khoirul Anwar tetap mendapat untung. “2,5 persen jatah pribadi, 2,5 persen pengurus pokmas, 25 persen ke Hasanuddin. Sisa 70 persen untuk pekerjaan,” ungkapnya, belum termasuk Gresik dan Lamongan, bagiannya pribadi rata-rata 2 persen.

Pokir Kusnadi yang digarap Terdakwa Hasanuddin di Bojonegoro, Gresik dan Lamongan, puluhan miliar rupiah. Tahun 2021 Rp12 miliar dan Tahun 2022 Rp8 miliar. “Yang saya kelola Rp9,8 miliar,” aku Khoirul Anwar.

Baca Juga: Terdakwa Hasanuddin Serahkan Uang ke Sae’an Choir Rp2,5 Miliar

Khoirul Anwar sendiri dalam rekeningnya diungkap KPK pernah kirim uang ratusan juta beberapa kali kepada Fujika Senna Oktavia istri kedua Kusnadi. “Saya hanya disuruh transfer ke Fujika terus diganti Hasanuddin,” ujarnya.

Berbeda, Al Amin Zaini dari Lamongan menjelaskan kalau sudah setor kepada Khoirul Anwar 35-40 persen. “Yang 60 persen diserahkan Pokmas,” tambahnya. 

Membantu Khoirul Anwar, tugas Al Amin Zaini melakukan pendampingan hingga pencairan uang pokmas. Total ada 14 pokmas yang sudah didampingi di Bojonegoro. “Saya dikasih Rp3 juta untuk 1 pokmas,” imbuhnya.

Baca Juga: Pendemo Minta KPK Bongkar Hibah Non Pokir Gubernur Khofifah

Sementara, Terdakwa Hasanuddin menolak jika disebut mendapat 25 persen dari Khoirul Anwar. “Untuk Bojonegoro yang masuk ke saya 25 persen tapi setelah pekerjaan selesai, karena ada biaya survei, ada biaya RAB. Dari 25 persen, saya kasih 1 persen,” sangkalnya, untuk Lamongan dan Gresik masing-masing yang diberikan Khoirul Anwar 2 persen.

Mendengar Khoirul Anwar mendapat bagian banyak dan tidak konsisten dalam memberikan keterangan saat sidang, Pultoni, S.H., M.H Anggota Majelis Hakim pun bertanya kepada KPK. “(orang) Ini belum tersangka?" pungkasnya. (Hyu)

Berita Terbaru