Potretkota.com - Meski pemerintah telah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026, antrean kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Surabaya hingga Selasa (31/03/2026) sore.
Warga memilih mengisi penuh tangki kendaraan sebagai langkah antisipasi menyusul beredarnya isu kenaikan harga BBM di masyarakat. Salah satu antrean panjang terpantau di SPBU kawasan Manyar Kertoarjo, Surabaya. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular sejak pagi hingga sore hari.
Baca Juga: Oplos LPG di Sidoarjo: Modal Rp80 Ribu Untung hingga Rp160 Ribu
Kondisi ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kenaikan harga atau kelangkaan BBM, meskipun pemerintah telah memberikan klarifikasi resmi.
Sebagian besar warga mengaku sengaja mengisi penuh tangki kendaraan untuk memastikan kebutuhan mobilitas harian tetap terpenuhi, terutama untuk bekerja maupun beraktivitas lainnya.
“Saya isi penuh saja untuk jaga-jaga. Takut nanti kalau benar naik atau malah langka. Jadi lebih aman kalau tangki sudah penuh,” ujar Sukma Puji Arum, salah satu warga yang mengantre BBM.

Baca Juga: Kelangkaan Minyakita di Surabaya Picu Lonjakan Harga di Atas HET
Sementara itu, pihak SPBU Manyar Kertoarjo menyebut lonjakan pembelian BBM terjadi cukup signifikan dalam satu hari terakhir. Peningkatan permintaan paling banyak terjadi pada jenis BBM bersubsidi.
“Sejak pagi antrean sudah terlihat dan pembelian meningkat cukup tajam. Dalam satu hari terakhir, kenaikan penjualan BBM mencapai sekitar 70 persen dibandingkan hari normal,” jelas Agus Setiawan, Manajer SPBU Manyar Kertoarjo.
Untuk mengantisipasi antrean yang semakin panjang, pihak SPBU mengoperasikan seluruh fasilitas pengisian yang tersedia, yakni 48 pompa (nozzle), serta menambah pasokan BBM dari depot agar distribusi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Baca Juga: Wagub Jatim Sidak Ketersediaan LPG Bersubsidi di Pasuruan
Fenomena antrean BBM ini menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap isu kenaikan harga energi, meskipun pemerintah telah menegaskan tidak ada perubahan harga pada awal April mendatang. (KF)
Editor : Redaksi