Potretkota.com - Permintaan LPG bersubsidi 3 kilogram di Kota Pasuruan mengalami peningkatan pada awal April 2026. Lonjakan ini diduga dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan stok LPG bersubsidi di toko kelontong maupun pangkalan, Rabu (1/4/2026).
Koordinator Hiswana Migas Malang Raya, Dwi Hardono, menjelaskan bahwa stok LPG 3 kilogram bersubsidi sebenarnya masih relatif aman.
Baca Juga: Oplos LPG di Sidoarjo: Modal Rp80 Ribu Untung hingga Rp160 Ribu
“Stok dari PT Pertamina untuk setiap agen masih tetap,” ujar Dwi Hardono.
Terkait rencana kebijakan pembatasan LPG bersubsidi oleh PT Pertamina, ia menyebut hal tersebut masih sebatas wacana.
“Ke depan mungkin akan ada wacana pembatasan LPG bersubsidi dari PT Pertamina,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini kuota LPG non-subsidi kemasan 12 kilogram justru mengalami pengurangan dan dialihkan ke LPG bersubsidi 3 kilogram.
“Kuota LPG non-subsidi 12 kilogram dikurangi dan dialihkan untuk LPG subsidi 3 kilogram,” imbuhnya.
Di lapangan, sejumlah toko kelontong dan pangkalan LPG 3 kilogram dilaporkan dalam kondisi kosong dan belum mendapatkan pasokan dari agen.
Baca Juga: Kelangkaan Minyakita di Surabaya Picu Lonjakan Harga di Atas HET
Menanggapi hal tersebut, seorang aktivis bernama Asari meminta Hiswana Migas dan PT Pertamina segera mengambil langkah cepat guna menghindari potensi kelangkaan.
“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa LPG 3 kilogram sulit didapat di Kelurahan Ngemplak, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Warga bahkan terpaksa membeli di pangkalan SPBU Dong Wolu maupun pangkalan resmi di Kelurahan Gadingrejo,” ujarnya.
Dwi Hardono menegaskan bahwa kelangkaan yang terjadi kemungkinan besar berada di luar pangkalan resmi.
“Jika di pangkalan resmi, kuotanya masih tetap. Kami mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi, seperti di SPBU atau pangkalan yang memiliki plakat resmi, dengan harga Rp18.000 per tabung,” jelasnya.
Baca Juga: Wagub Jatim Sidak Ketersediaan LPG Bersubsidi di Pasuruan
Berdasarkan pantauan Potretkota.com, stok LPG 3 kilogram di sejumlah toko kelontong memang banyak yang kosong dan belum terisi.
“Pangkalan resmi setiap hari tersedia stok LPG 3 kilogram. Jika ada yang kosong, kemungkinan itu bukan pangkalan resmi atau hanya toko kelontong,” pungkas Dwi Hardono.
Sementara itu, di tingkat pengecer atau toko kelontong, harga LPG 3 kilogram saat ini berkisar antara Rp20.000 hingga Rp22.000 per tabung, lebih tinggi dari harga resmi di pangkalan, yakni Rp18.000. (dyt)
Editor : Redaksi