Kisah Novianty Wijaya: Saat Luka Belum Sembuh, Suami Ajukan Cerai

avatar potretkota.com
ilustrasi buku nikah.
ilustrasi buku nikah.

Potretkota.com - Di balik ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya yang dingin dan formal, ada kisah yang jauh lebih panas di luar palu hakim, tentang rumah tangga yang retak oleh kekerasan yang meninggalkan luka, baik di tubuh maupun batin.

Novianty Wijaya masih harus menata napasnya setelah melewati hari-hari yang berat. Tubuhnya memang perlahan pulih dari memar dan luka lecet akibat benturan benda tumpul, namun ada bagian lain yang tak terlihat mata, rasa aman yang seolah ikut runtuh bersama insiden di rumahnya sendiri.

Baca Juga: Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Selebgram sebagai Orang Ketiga di Balik Perceraian Yunus Mahatma

Dari hasil visum RS PHC Surabaya, luka-luka itu memang tidak sampai menghambat aktivitas sehari-hari. Tetapi catatan medis tersebut menjadi bukti yang tak terbantahkan bahwa ia pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. 

Fakta-fakta itu dibacakan dingin diruang sidang, seolah hanya deretan pasal dan angka. Padahal di baliknya, Novianty harus belajar kembali merasa aman di rumah yang seharusnya menjadi tempat paling teduh.

Majelis Hakim PN Surabaya yang diketuai Rida Nur Karima akhirnya menjatuhkan vonis tiga bulan penjara kepada Rio Pangestu, suami Novianty. Ia dinyatakan terbukti melanggar Pasal 44 ayat (4) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jaksa sebelumnya menuntut empat bulan, namun putusan hakim sedikit lebih ringan.

Baca Juga: Kejari Tanjung Perak Eksekusi Terpidana KDRT Rio Pangestu

Peristiwa yang bermula dari hal yang tampak sepele, cekcok soal wadah makan bayi yang terkena air hujan berkembang menjadi ledakan emosi yang tak terkendali. 

Dalam proses hukum yang masih berjalan, ia kembali dihadapkan pada kenyataan lain yang tak kalah menyakitkan, yaitu gugatan cerai dari suaminya sendiri. Keputusan itu datang di saat ia masih berusaha memulihkan diri, seolah menambah beban yang sudah terlalu berat dipikul seorang diri.

“Saya tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini.,” ujar Novianty, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Lima Anak Menunggu di Rumah Kontrakan, Sang Ayah Ditahan Polisi Akibat Tak Bisa Lunasi Utang

Bagi sebagian orang, perpisahan mungkin hanya soal akhir dari sebuah hubungan. Namun bagi Novianty, situasinya terasa berbeda, seperti ditinggalkan dua kali. Pertama oleh tindakan kekerasan, lalu oleh keputusan untuk mengakhiri pernikahan di saat ia masih menanggung luka.

Hukum telah berbicara. Rio menerima hukuman penjara, meski singkat. Tetapi di luar gedung pengadilan, cerita Novianty belum menemukan akhir. Ia masih harus menjalani hari-hari dengan pertanyaan yang tak terjawab dengan mudah,  bagaimana seseorang yang pernah berbagi rumah dan kehidupan, justru menjadi sumber luka yang paling dalam. (Tono)

Berita Terbaru