Potretkota.com - Dua pesawat yang mengangkut jamaah haji dari Embarkasi Surabaya dan Batam mengalami gangguan teknis. Menyikapi kejadian tersebut, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, mengirimkan surat teguran keras kepada maskapai Saudia Airlines.
Pemerintah menilai kesiapan pesawat cadangan masih belum optimal, sehingga menyebabkan penundaan keberangkatan jamaah.
Baca Juga: Kelelahan dan Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji
Gangguan teknis terjadi pada dua pesawat yang digunakan untuk mengangkut jamaah haji. Satu pesawat dilaporkan harus menjalani perbaikan di Bandara Internasional Kualanamu setelah melakukan pendaratan darurat saat membawa jamaah haji Kloter 16 Embarkasi Surabaya.
Sementara itu, pesawat lainnya yang bertugas di Embarkasi Batam juga tidak dapat beroperasi akibat kerusakan pada sistem kendali penerbangan. Akibat insiden tersebut, ratusan jamaah sempat mengalami penundaan keberangkatan.
Sebanyak 380 jamaah haji Embarkasi Surabaya yang sebelumnya tertunda di Medan akhirnya dijadwalkan kembali berangkat menuju Madinah pada Senin malam melalui Bandara Kualanamu.
Baca Juga: PPIH Debarkasi Surabaya Berikan Layanan Khusus bagi Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda
Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa selama masa penundaan, pihak maskapai wajib menyediakan akomodasi hotel dan konsumsi bagi jamaah. Tim petugas haji juga terus memantau kondisi jamaah untuk memastikan seluruh kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik.
“Kami telah melayangkan surat teguran keras kepada maskapai. Selama terjadi penundaan, jamaah harus tetap dilayani dengan baik, termasuk penyediaan akomodasi dan konsumsi,” tegas Mochamad Irfan Yusuf.
Baca Juga: Cerita Tenaga Kesehatan Haji RS al-Irsyad Surabaya, dari Keterlambatan Visa Hingga ikut Ibadah
Pemerintah berharap kejadian ini tidak mengganggu semangat jamaah dalam menjalankan ibadah haji. Sebaliknya, waktu penundaan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri secara fisik maupun mental sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
“Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap kesiapan maskapai penerbangan haji untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah,” pungkasnya. (KF)
Editor : Redaksi