Potretkota.com - Surat Keputusan (SK) terbaru dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) yang ditandatangani oleh Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., resmi menunjuk Muhammad Khulaim Junaidi, S.P., M.M., sebagai Ketua DPD PAN Sidoarjo untuk lima tahun ke depan.
Penunjukan tersebut menjadi titik awal konsolidasi baru di tubuh PAN Sidoarjo, setelah sebelumnya sempat terjadi dinamika internal yang berujung kebuntuan (deadlock). Khulaim pun langsung membeberkan arah langkah politiknya untuk mengembalikan kejayaan PAN di Sidoarjo. Ia menegaskan, target utama adalah menghidupkan kembali capaian partai yang pernah meraih delapan kursi legislatif.
Baca Juga: Sri Setyo Pertiwi alias Ning Tiwik Dituntut Jaksa 6 Tahun Penjara
“PAN pernah menorehkan tinta emas. Amanah saya adalah bagaimana memori itu bisa diingat kembali, bahkan kalau bisa delapan kursi itu kita raih lagi,” ujar Khulaim, Sabtu (2/5/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Khulaim menempuh pendekatan langsung kepada masyarakat serta mengaktifkan kembali jaringan lama partai. Konsolidasi tidak hanya menyasar struktur formal, tetapi juga tokoh-tokoh yang pernah berjuang bersama PAN.
“PAN harus memberi makna, manfaat, dan solusi. Kita hadir bukan untuk menambah masalah, melainkan menjadi jalan keluar bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat, mulai dari persoalan hukum, sosial, hingga kesejahteraan dasar.
“Ada banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan pendampingan, baik hukum maupun sosial. Di situlah partai harus hadir sebagai solusi,” tambahnya.
Baca Juga: Jalan Terjal Emil dan Ancaman Kuda Hitam
Selain konsolidasi basis lama, Khulaim mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama di wilayah yang sebelumnya menjadi kantong suara PAN namun mengalami penurunan.
Khulaim juga mencontohkan sejumlah daerah yang hampir mempertahankan kursi legislatif, namun kalah tipis akibat minimnya kader yang maju. “Sebenarnya banyak wilayah yang hampir menang, selisihnya sangat tipis. Ini yang harus kita evaluasi dan perbaiki ke depan,” ujarnya.
Dalam strategi ke depan, PAN juga akan mengoptimalkan peran fraksi di DPRD melalui pendekatan bottom-up, yakni menyerap aspirasi masyarakat sebagai dasar perjuangan politik.
“Kita dorong anggota fraksi untuk benar-benar mendengarkan aspirasi masyarakat. Perjuangan di dewan harus berangkat dari bawah, bukan hanya program pokok pikiran,” kata Khulaim.
Baca Juga: Jual Beli Jabatan, Kades di Tulangan Diputus 4 Tahun Penjara
Secara programatik, PAN akan fokus pada isu-isu mendasar seperti pendidikan gratis, bantuan biaya awal sekolah, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial bagi warga terdampak musibah.
“Kami ingin hadir saat masyarakat benar-benar membutuhkan, seperti ketika menghadapi biaya awal sekolah atau saat ada warga yang tidak mampu membayar BPJS. Itu yang akan kita perjuangkan,” ujarnya.
Khulaim juga membuka peluang untuk kembali merebut kursi di tingkat provinsi seiring target peningkatan suara PAN di Sidoarjo. “Jika kekuatan partai ini bisa kita bangun kembali, peluang untuk merebut kursi DPRD provinsi sangat terbuka,” pungkasnya. (SR)
Editor : Redaksi