Potretkota.com - ubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, untuk melanjutkan kepemimpinan di Jawa Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur, Sabtu, (39/08/2026). Dukungan itu juga mendapat penguatan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengikuti kegiatan secara daring.
Baca Juga: Kompensasi Pileg DPRD Jatim Partai Demokrat dari Bojonegoro: Faizin Beres, Fauzan Tidak Terima
Khofifah menyebut Emil sebagai sosok yang layak didorong untuk menjadi pemimpin nomor satu di Jawa Timur pada masa mendatang. Ia bahkan berharap Musda VII Demokrat Jatim dapat menjadi momentum untuk menyusun langkah konkret menuju tujuan tersebut.
"Dan hari ini, seperti Pak Nur Muhyidin, saya rasa kita bersama-sama untuk bisa menyengkuyung, menguatkan, dan mengantarkan Pak Emil Elestianto Dardak, pada saatnya dari Musyawarah Daerah ketujuh ini, dengan pertolongan Allah, untuk bisa menjadi komandan nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini," kata Khofifah.
Dukungan Khofifah tersebut tidak berdiri sendiri. Dalam sambutannya, Emil juga menyinggung hubungan politik sekaligus pemerintahan yang telah terbangun antara dirinya dengan Khofifah selama dua periode.
Emil menyebut Khofifah telah memberikan ruang dan dukungan yang besar selama dirinya menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus memimpin Partai Demokrat Jatim.
"Selama periode kami mengabdi di Partai Demokrat, kami juga sebagai Wakil Gubernur beliau, baik di periode pertama maupun saat ini, beliau memberikan ruang yang luar biasa untuk kami bisa optimal dalam menjalankan tugas," ujar Emil.
Emil juga menyampaikan harapan agar dukungan Khofifah tetap diberikan apabila dirinya kembali mendapatkan amanah dalam kepemimpinan Partai Demokrat maupun dalam perjalanan politik berikutnya.
"Tentunya apabila berjodoh lagi ke depannya, kami mohon tetap mendapat dukungan Ibu," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya konsolidasi internal partai menghadapi kompetisi politik mendatang.
Dalam sambutannya secara daring, AHY membawa tema konsolidasi nasional Demokrat, yakni "Rapatkan barisan, bangun kekuatan, dan rebut kemenangan."
Menurut AHY, konsolidasi harus dimulai dengan memastikan seluruh kader tetap solid. Musyawarah daerah, kata dia, jangan sampai justru menjadi sumber perpecahan internal.
"Rapatkan barisan tentu menjadi fondasi. Kita harus kompak, solid, dan memastikan agar Demokrat benar-benar bisa menjadi rumah besar untuk semua, yang merangkul semua," kata AHY.
"Jangan sampai karena Musda, atau apa pun agenda musyawarahnya, justru kita tercerai-berai, menjadi tidak kompak, saling curiga, ataupun berprasangka buruk," lanjutnya.
AHY menilai Demokrat harus memperkuat kualitas kader, baik melalui pendidikan politik, pelatihan maupun penugasan. Menurut dia, kapasitas sumber daya manusia tetap menjadi modal utama partai di tengah politik yang semakin pragmatis dan transaksional.
"Walaupun dunia politik mungkin semakin pragmatis, banyak yang mengatakan semakin transaksional, tetapi saya tetap meyakini human capital adalah aset yang terpenting," tegas AHY.
Selain memperkuat struktur internal, AHY meminta kader Demokrat memperluas jaringan dan kehadiran di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan kader agar tidak hanya muncul ketika momentum pemilu atau pilkada tiba. Konsep "Silaturahmi 360" yang selama ini digaungkan AHY disebut sebagai salah satu strategi untuk membuat Demokrat semakin mengakar.
"Jangan datang hanya pada saat pemilu atau pada saat pilkada. Datanglah, hadirlah di tengah-tengah masyarakat setiap saat," ujarnya.
AHY kemudian mengaitkan penguatan organisasi dengan target politik Demokrat di masa mendatang. Ia berharap Jawa Timur kembali menjadi salah satu basis kekuatan utama Partai Demokrat.
"Insyaallah, mudah-mudahan Jawa Timur yang sejatinya adalah rumahnya Partai Demokrat kembali semakin biru, semakin banyak kader utama kita yang mendapatkan amanah dan juga kepercayaan dari rakyat," kata AHY.
Baca Juga: Ali Masngudi Politikus Demokrat Madiun Akui Simpan Dana Rp400 Juta Milik Pengusaha Perumahan
Menurutnya, semakin banyak kader Demokrat yang duduk di parlemen maupun pemerintahan, semakin besar pula ruang partai untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Sejalan dengan arahan AHY, Emil menekankan bahwa Demokrat tidak boleh hanya berbicara mengenai target elektoral. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah membuktikan manfaat keberadaan partai bagi masyarakat Jawa Timur.
"Buktikan manfaat Partai Demokrat kepada hajat hidup setiap jiwa yang ada di Jawa Timur. Itulah tugas kita bersama," ujar Emil.
Emil menegaskan, suara masyarakat yang diberikan kepada Demokrat melalui pemilu harus dibalas dengan pengabdian. Ia meminta seluruh kader, baik yang berada di legislatif, eksekutif maupun struktur partai, bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Kita buktikan bahwa kehadiran kita bukan sekadar untuk menjemput datangnya pemilihan yang akan datang, tetapi untuk membuktikan bahwa setiap suara yang pernah dipercayakan di kotak suara kepada Partai Demokrat adalah suara-suara yang tidak akan dikhianati," katanya.
Menurut Emil, prinsip tersebut harus menjadi bagian dari karakter Demokrat sebagai partai nasionalis-religius.
"Keikhlasan mengantarkan kita kepada keberkahan. Inilah yang kita inginkan," ujarnya.
Dalam forum yang sama, Khofifah juga menawarkan isu pengentasan kemiskinan sebagai salah satu agenda strategis yang dapat menjadi program prioritas Demokrat Jawa Timur.
Khofifah mengingatkan kembali sejarah Program Keluarga Harapan (PKH), yang menurutnya berawal dari konsep Conditional Cash Transfer (CCT) yang dibahas pada 2007 ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Presiden.
"Saya masuk dalam tim untuk program Conditional Cash Transfer, kemudian kita menerjemahkannya menjadi Program Keluarga Harapan atau PKH," kata Khofifah.
Ia mendorong agar program perlindungan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan hingga masyarakat mampu mandiri secara ekonomi.
Baca Juga: BEM Nusantara Membersamai Aksi Rakyat Surabaya Menggugat
"Ketika kemudian sudah mendapatkan penguatan, maka yang bisa kita lakukan adalah proses graduation system. Itu yang kemudian mengantarkan masyarakat menuju kemandirian, sehingga mereka bisa tumbuh dan menjadi pelaku-pelaku UMKM," ujarnya.
Khofifah bahkan menyebut agenda tersebut dapat menjadi salah satu rencana aksi Demokrat Jatim di bawah kepemimpinan Emil.
"Kalau berkenan, ini menjadi salah satu program prioritas Pak Wagub yang juga Ketua Partai Demokrat Jawa Timur, Pak Emil Elestianto Dardak. Saya rasa ini bisa menjadi plan of action dari Musyawarah Daerah ketujuh ini," kata Khofifah.
Di penghujung sambutannya, Khofifah kembali menegaskan kedekatan politiknya dengan Partai Demokrat. Ia menyebut dukungan Demokrat terhadap dirinya dalam dua kali proses politik berlangsung tanpa mahar.
"Kepada semuanya, kami berproses tanpa mahar. Tanpa mahar," tegas Khofifah.
Ia mengatakan Demokrat tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga mengerahkan basis-basis politik dan kultural dalam perjuangannya memimpin Jawa Timur.
Pernyataan tersebut kemudian ditutup dengan dukungan terbuka kepada Emil untuk memimpin Jawa Timur pada masa mendatang.
Dengan demikian, tiga sambutan dalam Musda VII Demokrat Jatim memperlihatkan satu garis politik yang cukup jelas: konsolidasi internal partai, penguatan peran Demokrat di tengah masyarakat, peningkatan kekuatan elektoral, sekaligus munculnya nama Emil Dardak sebagai figur yang diproyeksikan untuk melanjutkan kepemimpinan Jawa Timur.
AHY memberikan sinyal dukungan dengan menyebut Emil sebagai kader utama yang berpeluang mendapatkan amanah melanjutkan kepemimpinan Khofifah. Sementara Khofifah menyampaikan dukungan itu secara lebih terbuka dengan menyebut Emil sebagai calon "komandan nomor satu" Jawa Timur.
"Dan apalagi, jika pada momen Pilkada nanti, seperti doa dari Ibu Gubernur tadi, jika kader utama kita, Mas Emil, bisa kemudian mendapatkan amanah pula untuk melanjutkan kepemimpinan Ibu Khofifah di Jawa Timur di masa mendatang," kata AHY. (ASB)
Editor : Redaksi