Potretkota.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang dan Gunung Bromo. Rakor tersebut berlangsung di Posko Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (19/10/2026).
Rakor tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Kepala Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, jajaran Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara, Kapolres Pasuruan, serta para relawan. Kegiatan berlangsung di pendopo Hutan Cempaka.
Baca Juga: FPRB dan Baznas Sediakan Ribuan Porsi Makanan Siap Saji untuk Relawan Karhutla Gunung Arjuno
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa penanganan karhutla beserta dampaknya membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
"Dari 600 titik api yang muncul, sekarang tinggal 92 titik api. Kami akan mengupayakan penanganan semaksimal mungkin, termasuk menggunakan water bombing," ujar Khofifah.
Selain penanganan kebakaran, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap dampak karhutla yang mengakibatkan kerusakan saluran air di lereng Gunung Arjuno. Kerusakan tersebut berdampak pada pasokan air bersih bagi warga Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, serta Desa Dayurejo dan Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Pipa-pipa saluran air yang menjadi sumber distribusi air bersih warga dilaporkan terbakar hingga mencapai ribuan meter.
"Kami akan membantu menyuplai air bersih melalui BPBD Jawa Timur serta memperbaiki saluran pipa air yang rusak akibat terbakar pascakarhutla," terang Khofifah.
Baca Juga: Karhutla Gunung Arjuno, Tiga Desa Terkendala Pasokan Air Bersih
Di tempat yang sama, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menjelaskan bahwa ketiga desa tersebut merupakan wilayah yang berada dekat dengan lereng Gunung Arjuno. Selama ini, kebutuhan air bersih masyarakat bergantung pada sumber mata air yang berada di kawasan pegunungan di atas permukiman mereka.
Selain melakukan perbaikan pipa dan menyuplai air bersih menggunakan mobil tangki, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga merencanakan pembangunan sumur bor untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat.
"Selain memperbaiki pipa yang rusak dan menyuplai air bersih menggunakan mobil tangki, pada 2027 mendatang kami akan melakukan pemetaan untuk menentukan lokasi pembangunan tiga sumur bor di dua desa. Rinciannya, dua sumur bor di Dusun Talunongko dan Dusun Gamoh, Desa Jatiarjo, serta satu sumur bor di Desa Dayurejo," ungkap Rusdi Sutejo.
Baca Juga: Masyarakat Pencalukan Bantu Padamkan Karhutla Gunung Arjuno
Rusdi menambahkan, kerusakan jaringan pipa air akibat karhutla terjadi di tiga desa dengan panjang yang cukup signifikan. Di Desa Tambaksari, yang berada di kawasan Tahura R. Soerjo, panjang pipa yang rusak mencapai lebih dari 4.000 meter.
Sementara itu, jaringan pipa yang biasa menyalurkan air ke Desa Jatiarjo mengalami kerusakan sepanjang sekitar 3.000 meter. Adapun di Desa Dayurejo, pipa yang rusak mencapai sekitar 2.000 meter.
"Saat ini, perbaikan jaringan pipa yang rusak tersebut sedang dilakukan," imbuh Rusdi Sutejo. (dyt)
Editor : Redaksi