Potretkota.com - Dualisme Federasi Hockey Indonesia (FHI) wilayah Surabaya menjadi polemik tersendiri. Informasi yang beredar, polemik terjadi karena kepengurusan baru periode 2018-2023 tidak mendapat restu dari Ketua Koni Surabaya, Hoslih Abdullah.
Dikonfirmasi Potretkota.com, Abdullah melempar persoalan ini ke sekretarisnya, Junadi.
Baca Juga: Hakim Minta Pengurus KONI Kota Kediri Kembalikan Uang Korupsi
Sementara, Junadi kepada Potretkota.com, membantah ada polemik yang terjadi ditubuh FHI Surabaya. Menurutnya, FHI Surabaya akan memberi kesempatan untuk musyawarah penyusunan pengurus lagi melalui rapat formatur lagi.
“Dalam proses penyusunan pengurus, tidak melibatkan satu orang anggota formatur melainkan tiga yakni Subakri, Andhi P dan Sugiyo,” katanya, Rabu (24/10/2018).
Baca Juga: Lintas Generasi Ramaikan Acara Friday Night Run Pasuruan Kota
Sebelumnya, Ketua Pengprov FHI Jawa Timur, Michael Dony Gunawan mengaku, sudah mendukung kepengurusan baru kubu Subakri. “Lalau masalah kepenguran Subakri tidak ada yang cacat, karena semua mekanisme pemilihan sudah dilalui,” paparnya.
Michael Dony Gunawan menyebut, tidak ada kepengurusan yang baru, sama dengan menyandra prestasi atlit. “Jadi, tidak usah berfikir terlalu jauh, kalau tidak diakui kepengurusan yang baru, sama dengan menyandra prestasi atlit,” jelasnya.
Baca Juga: Sumpah Pemuda BMX Race di Pasuruan, Lokal Jadi Regional
Perlu diketahui, Subakri baru saja terpilih menjadi FHI Surabaya, menggantian Tri Didik Adiono. Namun entah kenapa, meski Subakri terpilih, Koni Surabaya belum merestuinya. Diduga, polemik terjadi karena menyangkut Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) periode sebelumnya. (M12/Tio)
Editor : Redaksi