Dermaga Kalimas Ambrol

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Dinding penahan tanah (talud) Dermaga Kalimas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ambrol sepanjang 75 meter, di sekitar kade 1350 – 1400, Sabtu (19/1/2019). Akibat runtuhnya bibir dermaga tua tersebut, PT Pelindo III terpaksa memagari area kerusakan dengan seng sepanjang 100 meter.

Humas PT Pelindo III (Persero) Regional Jawa Timur, Wilis Aji Wiranata saat dikonfirmasi wartawan mengaku, belum merinci dari perhitungan kebutuhan biaya untuk proses pemulihan ambrolnya dermaga.

Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal

“Sudah ada pemeriksaan serta observasi oleh bidang teknik bersama pihak auransi dan Otoritas Pelabuhan (OP) untuk mencari penyebab runtuhnya dermaga,” jelas Wilis baru-baru ini.

Baca Juga: Pekerja Bongkar Muat Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak

Wilis menduga, faktor penyebab longsornya dermaga karena kondisi dinding penahan yang sudah obsolete (usang) ditambah tingginya curah hujan. Hal tersebut memungkinkan air masuk ke dalam tanah urugan dermaga sehingga menyebabkan jenuh air dan memberikan tekanan lebih ke struktur dinding dermaga.

“Selain itu, pasang surut air laut berkontribusi terhadap tingkat kejenuhan tanah yang berdampak pada lemahnya kekuatan tanah yang berakibat pada penekanan sehingga terjadi amblas,” terang Wilis.

Perlu diketahui, sebelum Dermaga Kalimas ambrol, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) melakukan pengerukan agar air yang biasa dipakai kapal rakyar berlabuh bisa bersandar dengan maksimal.

Baca Juga: KSOP Tanjung Perak Masih Mencari Penyebab Kebakaran Kapal SPIL

Karena ambrol, Dermaga Kalimas yang biasa digunakan kapal rakyat parkir 24 jam otomatis tidak bisa digunakan secara maksimal. (Hyu/Sy)

Berita Terbaru