Potretkota.com - Lumpuhnya berbagai sektor kehidupan yang diakibatkan oleh virus korona memberikan dampak serius pada sektor ekonomi yang dirasakan tidak hanya di Indonesia, namun juga seluruh dunia. Banyak Pekerja yang harus dirumahkan bahkan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga mau tidak mau harus mencari jalan lain untuk tetap bertahan dimasa pademi Covid-19.
Melihat kondisi seperti ini, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 49 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengajak masyarakat Desa sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo untuk berwirausaha. Kegiatan ini yang dimulai dengan memberikan pelatihan pembuatan kerajinan dari tali kur. Program kerja ini pun disambut hangat dan antusias tinggi dari ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pemuda KarangTaruna Desa Sawohan Sidoarjo, Sabtu (5/9/2020) lalu.
Baca juga: Dewan Pendidikan Jatim Ajak Sekolah Ajarkan Siswa Mampu Ubah Sampah Menjadi Berkah
Pelatihan dilaksanakan di salah satu rumah warga yang dihadiri dengan peserta terbatas yakni hanya 10 peserta dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan. “Senang tentunya dengan adanya pelatihan wirausaha seperti ini, sehingga kami kaum ibu rumah tangga tetap bisa memiliki kegiatan sekaligus pemasukan di masa pandemi seperti saat ini,” kata Siti Luchmania salah satu peserta pelatihan.
Baca juga: Beredar di Indonesia, 1500 Kartu Remi Aksara Jawa Ludes Terjual
Sementara, Nuna selaku penanggung jawab program kerja mengaku, membatasi peserta pelatihan dasar kerajinan dari tali kur. “Memang sengaja kami batasi untuk peserta pelatihan karena mengingat kami harus tetap mematuhi protokol Kesehatan, sehingga dari peserta terbatas ini diharapkan dapat mengajarkan ke masyarakat lainnya sehingga apa yang mejadi tujuan kami untuk mengajak masyarakat berwirausaha tetap bisa tercapai,” akunya.
Baca juga: Teror Penghapusan Berita Digital Jadi Sorotan, Praktisi Tekankan Perlindungan Karya Jurnalistik
Jenis-jenis kerajinan yang dibuat antara lain sepertis tas, gelang dan gantungan kunci. Kerajinan dengan tali kur sendiri terkenal dengan harga yang lumayan mahal untuk ukuran kecil sekalipun, karena proses pembuatannya yang membutuhkan keahlian khusus dan waktu yang tidak sebentar. (*)
Editor : Redaksi