Potretkota.com - Universitas Terbuka (UT) merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 di Indonesia yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh. Sistem belajar secara daring terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua Warga Negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian cepat, menuntut UT meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang menunjang produktivitas. Tak heran, sejak diresmikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984, UT sudah memiliki 4 Fakultas.
Baca juga: Gus Ofi Pasuruan Terima Aliran Dana Hibah PKBM Rp606 Juta
Diantaranaya, Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Pascasarjana dan S3.
Baca juga: Ketika Jawaban Benar Jadi Salah, GMNI Soroti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Pontianak
Menurut Direktur Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd, tahun 2021 ini telah mendapatkan 4.500 mahasiswa baru (maba). "Kalau totalnya ada 17.500 mahasiswa untuk UT Surabaya dari 38 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur," katanya diruang kerjanya, Senin (25/10/2021).
Karena kemajuan zaman, perempuan kelahiran Jombang Juni 1961 mengingatkan agar tidak ada lagi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk tidak melanjutkan kuliah atau ke Perguruan Tinggi. "Ayoo kuliah nang UT rek," tegasnya, karena tidak ada pembatasan, baik tahun kelulusan ijazah maupun umur.
Baca juga: Krisis Pendidikan dalam Perspektif Freire dan Ki Hadjar Dewantara
Selain mudah, UT juga tidak membebani mahasiswa membayar terlalu mahal seperti Universitas ataupun Perguruan Tinggi lainnya. "Jadi tidak ada biaya bulanan. Biaya persemesternya selama 6 bulan sangat dijangkau," pungkas Suparti. (Tio)
Editor : Redaksi