Potretkota.com - Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Pasuruan telah mendatangi Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (10/2/2022). Mereka datang berunjuk rasa menolak rencana perubahan SMAN 1 Bangil menjadi SMAN Taruna Madani.
Dalam orasinya, Ayi Suhaya salah satu perwakilan masyarakat menyebut perubahan SMAN 1 Bangil ini akan berdampak besar bagi calon siswa yang berdomisili di Bangil dan sekitarnya. Sebab perubahan sistim pendidikan itu akan berpengaruh pada sistim zonasi dalam penerimaan siswa baru dan sistim perubahan ini sangat memperihatinkan bagi siswa nanti.
Baca juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
Untuk itu, demonstran menolak rencana perubahan SMAN 1 Bangil menjadi SMAN Taruna Madani. Karena kebijakan dari Provinsi dinilai tidak populer dengan mengambil langkah mendirikan SMAN Taruna Madani di wilayah Bangil.
"Yang menjadi pertanyaan, apakah tidak ada tempat lain, selain di lahan SMAN 1 Bangil. Dilahan tempat lain kan masih banyak. Kenapa harus mendirikan atau merubah sistim SMAN 1 Bangil. Ini kalau dipaksakan, SMAN 1 Bangil dirubah menjadi SMAN Taruna Madani justru akan menyengsarakan masyarakat setempat dan semakin susah mendapatkan hak sekolah yang murah," kata Ayi Suhaya saat orasi..
Ayi Suhaya menyebut, perubahan SMAN 1 Bangil menjadi SMAN Taruna Mandani akan berpengaruh pada kuota penerimaan calon siswa baru, khususnya bagi siswa yang berdomisili di Bangil.
Baca juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
"Selain itu perubahan tersebut, akan berpengaruh pada biaya pendidikan. Misal, biyaya nanti pasti naik drastis menjadi Rp 12,5 juta pada saat mendaftar. Belum lagi nanti pada biaya pendidikan lain dan biaya asrama bagi siswa. Ini akan menjadi beban pada masyarakat dan apalagi bagi masyarakat tidak mampu," imbuh Ayi Suhaya.
Oleh karenanya, meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membatalkan perubahan SMAN 1 Bangil menjadi SMAN Taruna Mandani Jatim. Jika tidak, masyarakat akan kembali berunjukrasa dengan massa yang lebih besar.
Baca juga: Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim: Saatnya Menghentikan Angka di Rapor Sekolah Dasar
Sebelumnya, Komisi E DPRD Jatim melakukan audensi dengan pihak SMAN 1 Bangil dan masyarakat. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menjelaskan tujuan perubahan sekolah tersebut menjadi sekolah Kesamaptaan dan Kemaritiman adalah bentuk mencegah tumbuhnya radikalisme.
"Karena dari pemetaan Badan Nasional Pemanggulangan Terorisme (PNPT) Jawa Timur bahwasanya terdapat salah satu daerah zona merah bahaya radikalisme. Sehingga melalui sekolah Taruna tersebut, yang didalamnya berisi pendidikan wawasan kebangsaan, diharapkan bisa menjauhkan anak-anak dari radikalisme," terang Hikmah Bafaqih. (Mat)
Editor : Redaksi