Potretkota.com - Ambrolnya Waterslide di Waterpark Kenjeran Surabaya, Sabtu (7/5/2022) kemarin, yang mengakibatkan luka belasan orang hingga gegar otak, langsung dapat sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Senin (9/5/2022) siang.
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah S.Pdi, M.Pdi saat hearing mengatakan, kejadian tersebut sangatlah ironi dan harus dievaluasi. "Tentu ini sangat ironi dan menjadi evaluasi jangan sampai terjadi lagi. Ini lemahnya pengawasan menjadi tanggung jawab kita bersama. Pengelolah juga engga boleh lepas tangan, wajib bertanggung jawab sampai tuntas terhadap para korban," tegasnya.
Baca juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran
Khusnul juga menilai bahwa hal ini bukan melainkan musibah. Namun dasar kelalaian dan minimnya petugas penjagaan dalam pengawasannya. "Ini juga minimnya petugas disana," ujarnya.
Agenda haering, dihadiri dari Pihak BPBD Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olahraga Serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya, Dinas Kesehatan Surabaya, Kapala HRD Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya dan Kepala Staf Operasional Kenpark Surabaya.
Baca juga: DPRD Soroti Pemasangan Tiang dan Kabel Wifi di Kota Pasuruan
Usai hearing, Khusnul Khotimah kepada Potretkota.com juga menyoal tiket masuk Water Park Kenjeran Surabaya, yang mana tidak tercantum penjelasan asuransi kecelakaan maupun jiwa selama pengunjung ada ditempat tersebut.
"Tiket yang tidak tercantum asuransi seharusnya itu tidak boleh dan itu bisa berdampak ke pidana. Kami mengundang pihak asuransi dan pihak management, kenapa disitu (tiket masuk) tidak dicantumkan (asuransinya). Jelas harga tiketnya sangat mahal. Pastinya pengunjung siap membayar tidak murah, pengunjung juga ada jaminan keamanan, kenyamanan selama mengunjungi tempat tersebut," jelas Khusnul Khotimah kepada Potretkota.com.
Ditempat yang sama, Subandi Kepala Staf Operasional Kenpark Surabaya, enggan membahas tiket masuk Kenpark yang disebut tak berasuransi. Hanya saja, ia mengaku pihaknya akan memberikan santunan yang diberikan kepada para korban. Hanya saja, belum mengetahui besarnya. "Kalau nilainya belum tau, saya masih koordinasi sama bos. Pasti ada dan bertanggung jawab sampai tuntas," singkatnya.
Baca juga: Libur Sekolah, Taman Flora Surabaya Favorit Wisata Keluarga
Sedangkan saat disinggung kelalaian petugas penjagaan, Kepala HRD Water Park Kenjeran Surabaya, Bambang Irianto berpasrah kepada pihak kepolisan yang menyelediki. "Kalau kelalaian, saya belum bisa menjawab ya. Karena masih dilakukan investigasi oleh kepolisian. Saya yakin polisi akan tau ini. Apa ada kelalaian, error atau alat wahananya di slidingnya itu. Tunggu dari hasil forensik pihak kepolisian," pungkasnya.
Seperti diketahui, Sabtu (7/5/2022) siang, sambungan perosotan air tersebut tiba-tiba ambrol jatuh ke bawah pada saat banyaknya pengunjung yang bermain diwahana tersebut, sehingga banyak pengunjung berjatuhan dari ketinggian 10 Meter. Sementara dugaan saat ini penyebab ambrol sambungan perosotan tersebut dikarenakan lapuk. Dalam hal ini, pada saat itu ada 16 korban, namun pada saat rapat hearing diinformasikan korban bertambah 1 orang, total 17 korban. (SA)
Editor : Redaksi