Satgas Pangan Antisipasi Wabah Peternakan

Polda Jatim Sebar Telegram Soal PMK ke Polres Jajaran

potretkota.com
Satgas Pangan Polda Jatim saat meninjau ternak sapi.

Potretkota.com – Menanggapi wabah PMK hewan ternak di Jawa Timur, Tim Satgas Pangan Polda Jatim proaktif melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi, Dinas Perdagangan, Perindustrian (Disperindag), Bea dan Cukai, serta Balai Karantina, dan Pusat Veteranian Farma.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman selaku Kasatgas Pangan Polda Jatim menyatakan, pihaknya telah mengeluarkan Telegram kepada seluruh Polres Jajaran untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK pada hewan ternak.

Baca juga: Solar Ilegal 930 Liter dari Blora ke Kotawaringin Barat Gagal Dikirim Melalui Jalur Laut Tanjung Perak

"Secara klinis, penyakit  ini tidak masalah karena tidak menular ke manusia. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk masalah penanganan penyakit agar para peternak tidak panik, pemotongan ketika sakit dan ada beberapa bagian yang harus dipilah, namun pada suhu 60 sampai dengan 70 derajat, virus tersebut sudah mati," Jelas Farman, Rabu, (11/05/2022).

Baca juga: Gus Pesantren di Galis Bangkalan Terduga Pelaku Cabul Santriwati Ditetapkan Sebagai Tersangka

Polda Jatim mengarahkan agar Satgas Pangan Polres Jajaran memastikan ketersediaan obat-obatan untuk melanjutkan pengobatan simtomatis pada hewan ternak yang terkena wabah PMK, melakukan pembatasan lalu lintas pada hewan ternak dari dan menuju daerah wabah, dan melakukan vaksinasi pada hewan ternak yang sehat.

Virus PMK menyebabkan penyakit menular pada hewan ternak namun tingkat kematiannya rendah dan dapat disembuhkan dengan masa inkubasi 14 hari, serta masa penyembuhan 14 hari. Apabila sudah sembuh tidak ada masalah untuk dipotong, karena virus dalam PH tertentu tidak aktif dan akan mati pada suhu 60 Derajat Celcius.

Baca juga: Ular Piton Sembunyi di Lantai Rumah Warga Panduk Kalirungkut

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi, Asosiasi Obat Indonesia untuk masalah PMK siap membantu dan sudah disediakan, namun untuk vaksinnya yang belum ada harus impor," tandasnya. (Fred)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru