Sopir Bus Maut Tol Mojokerto Teridentifikasi Sabu

potretkota.com
Kombes Pol Latief Usman

Potretkota.com - Ditlantas Polda Jatim terus melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan maut bus pariwisata, begitu pula melakukan tes urine kepada sopir. Dari Hasil pemeriksaan tes urine sopir bus diketahui teridentifikasi positif narkoba jenis sabu-sabu.

“Dari keterangan pengemudi ada indikasi pengemudi menggunakan narkotika jenis sabu-sabu, itu hasil dari tes urine sementara,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latief Usman, Selasa (17/5/2022).

Baca juga: Dump Truk Overload Sasak Minibus dan Pick Up, Makan Korban Jiwa

Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jatim untuk melakukan penyeklidikan lebih lanjut. Dan juga untuk mengetahui dimana dan kapan sopir memakai narkoba. Sedangkan dari pengakuan sopir bahwa dirinya tidak memakai narkoba.

“Nah ini kita harus lebih mendalami bersama Ditresnarkoba Polda Jatim, apakah memakai narkoba, dan penggunaan dimana dan kapan? Karena ada waktu selama perjalanan Surabaya- ke Wonosobo dan ke Yogyakarta, ada waktu berhenti. Dan ada waktu 1 jam untuk istitahat makan, dan sopir tersebut diketahui tidak mengikuti acara di Dieng,” pungkas Latief.

Baca juga: Toyota Land Cruiser Terbalik usai Tabrak Trotoar

Seperti diketahui, Bus Pariwisata PO Ardiansyah dengan nomor polisi S 7322 UW yang mengangkut puluhan wisatawan asal Surabaya mengalami kecelakaan. Akibatnya 13 orang penumpang tewas, dan penumpang lainnya luka-luka. Bus diketahui menabrak tiang Variabel Message Sign (VMS). Kecelakaan terjadi di jalur Tol Mojokerto-Surabaya (Sumo) KM712, Senin, (16/5/2022) kemarin.

Dari hasil investigasi sementara yang dilakukan oleh kepolisian, kecelakaan masih diduga akibat human error. Sopir Ade Firmansyah diduga mengantuk dan kelelahan, namun ia tetap memaksakan diri untuk mengemudikan bus Ardiansyah. Ade sendiri rupanya bukanlah sopir bus sebenarnya, melainkan kenek yang menggantikan sopir.

Baca juga: Pengendara Motor Sport Tewas di Frontage Ahmad Yani

Sementara itu, seluruh jenazah korban langsung dimakamkan di satu TPU (Tempat Pemakaman Umum) Islam Benowo, Surabaya. Keempat belas korban ini merupakan warga RW 1,2 dan RW 4 Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal. Sedangkan 1 korban warga benowo di minta oleh keluarga korban untuk dimakamkan di rumah orang tuanya di daerah Kedamean, Gresik. (Fred)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru