Potretkota.com - Sebuah kapal jenis landing craft tank (LCT) bernama KM Anugerah Indasa, dikabarkan mengalami kecelakaan saat berlayar di Perairan Sanipah, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan pada Jumat petang kemarin (24/06). Dalam musibah kecelakaan kapal LCT KM Anugerah Indasa itu, 11 ABK kapal pun menjadi korban, yang terdiri dari 5 orang korban berhasil selamat, dan 6 orang lainnya hingga kini masih belum dapat ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, Al Amrad mengatakan Basarnas Banjarmasin telah menerima laporan musibah kecelakaan yang dialami oleh kapal LCT KM Anugerah Indasa ini pada Jumat kemarin, dan langsung mengirimkan 2 tim yang terdiri dari 1 tim diberangkatkan menggunakan armada KN 407 untuk melakukan penyisiran di Perairan Sanipah, dan 1 tim lainnya diberangkatkan menuju ke Desa Sanipah melalui jalur darat.
Baca juga: KSOP Tanjung Perak Masih Mencari Penyebab Kebakaran Kapal SPIL
"Usai mendapatkan laporan, kami dari Basarnas Banjarmasin langsung bergerak cepat dengan mengirimkan 2 tim yang terdiri dari tim pertama berjumlah 5 orang personil Basarnas, 2 personil dari KSOP, dan 2 personil Polair dari Polda Kalsel dengan menggunakan armada KN 407, sedangkan 1 tim lainnya yang berjumlah 6 personil dari Basarnas diberangkat melalui jalur darat menuju ke desa Sanipah," kata Al Amrad saat ditemui awak media di halaman Kantor Basarnas Banjarmasin, Sabtu pagi (25/06).
Ia menjelaskan, kronologis awal yang diterima oleh Basarnas Banjarmasin, Kapal LCT KM Anugerah Indasa yang membawa muatan alat berat ini, berangkat dari Banjarmasin menuju ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Namun saat berada di Perairan Sanipah, Kabupaten Tanah Laut, kapal LCT KM Anugerah Indasa mengalami kecelakaan yang diduga dihantam gelombang tinggi, sehingga 11 ABK kapal LCT KM Anugerah Indasa pun terpaksa harus meloncat ke Perairan untuk menyelamatkan diri.
"Jadi kronologis awal, kecelakaan yang dialami oleh kapal LCT KM Anugerah Indasa ini berawal saat kapal yang membawa muatan alat berat ini berangkat dari Kota Banjarmasin menuju ke Kota Samarinda Kalimantan Timur, namun saat masih berada di wilayah Perairan Sanipah, Kabupaten Tanah Laut, kapal itu diduga dihantam gelombang tinggi, sehingga para kru atau ABK kapal terpaksa harus loncat ke Perairan untuk menyelamatkan diri," terang Al Amrad.
Baca juga: Mengenal KRI Bala Putra Dewa 322
Dari laporan sementara, pada kecelakaan kapal LCT KM Anugerah Indasa ini, jumlah korban seluruhnya mencapai 11 orang, dengan 5 korban diantaranya berhasil selamat setelah diselamatkan oleh kapal MT Ferry XII sejauh 5 mil di Perairan Desa Sanipah. Sedangkan, 6 orang korban lainnya hingga saat ini masih belum dapat ditemukan.
"Dari laporan sementara, 5 orang ABK Kapal LCT KM Anugerah Indasa telah berhasil dievakuasi oleh kapal MT Ferry XII yang kebetulan melintas di Perairan senipah sejauh 5 mil dari Desa Sanipah, Kabupaten Tanah Laut, sedangkan 6 orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian," ungkap Al Amrad.
Baca juga: Buron Kasus Kapal Majapahit Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Tim SAR gabungan pun rencananya akan terus melakukan upaya pencarian 6 orang korban ABK Kapal LCT KM Anugerah Indasa di Perairan Sanipah dengan menggunakan rubber boat yang dilengkapi juga dengan peralatan selam.
"Iya benar, jadi tim SAR gabungan pagi ini masih akan terus melakukan penyisiran di wilayah Perairan Sanipah dengan menggunakan rubber boat yang dilengkapi juga dengan peralatan selam untuk mencari keberadaan 6 korban dari kapal LCT Anugerah Indasa itu," tutup Al Amrad. (Iqbal)
Editor : Redaksi