Latihan Peperangan Ranjau

Selat Singapura Jadi Medan Tempur TNI AL dan RSN

potretkota.com
TNI AL Koarmada II saat berlatih bersama RSN (Republic of Singapore Navy) di Selat Singapura, Minggu, (14/082022).

Potretkota.com - Tidak hanya untuk meningkatkan hubungan antar negara di bidang pertahanan, dalam sebuah latihan yang disebut Joint Minex Pandu yang diselenggarakan tiap 2 tahun sekali bersama Republic of Singapore Navy (RSN), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berlatih meningkatkan kemampuan tempur peperangan ranjau di medan tempur Selat Singapura.

Dansatgas Latma Joint Minex Pandu 2022 yang juga Komandan Satuan Kapal Ranjau (Dansatran) Koarmada II, Kolonel laut (P) Khalimul Khakim melalui siaran persnya mengatakan, latihan bersama yang diselenggarakan antara Indonesia dan Singapura ini, bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja sama, interoperabilitas antara TNI dan RSN, khususnya tentang peperangan ranjau.

Baca juga: Penaklukan Pantai Banongan oleh Tim Gabungan Angkatan Laut

“Latihan ini merupakan implementasi dari perintah Kasal Laksamana TNI Yudo Margono agar meningkatkan interoperabilitas dan pemahaman antara TNI AL dan RSN khususnya mengenai peperangan ranjau, serta meningkatkan profesionalisme prajurit matra laut dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI,” kata Khalim, Senin, (15/08/2022).

Baca juga: Tongkat Komando KRI Ajak-653 Diserahterimakan

Selain itu, Khalim juga mengungkapkan, dalam kesempatan pelatihan ini, TNI AL Koarmada II melibatkan dua kapal perang Republik Indonesia KRI kelas Mine Hunter dari jajaran Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II, yakni KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Rupat-712. Sementara dari RSN sendiri melibatkan dua kapal perang milik Singapura, yakni RSS Bedok dan RSS Punggol.

Baca juga: Evaluasi dan Penutupan Latma Malindo Jaya 26AB/22 TNI AL - TLDM

“Selama Latma Joint Minex Pandu 2022, latihan yang dilaksanakan antara lain manuvra taktis isyarat bendera, penuntunan medan ranjau, penyebaran ranjau, pemburuan ranjau, netralisasi ranjau, isyarat lampu dan penembakan,” tukas Khalim. (SR)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru