Potretkota.com – Eks lokalisasi Dolly Surabaya kini memang jauh berbeda dari sebelum Juni 2014 silam. Kawasan yang dikenal surganya ‘kaum pria’ itu, kini telah menjadi perkampungan biasa. Bahkan sejumlah wisma yang dahulunya menjadi tempat kupu-kupu malam mengais rejeki, sekarang menjadi tempat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan wadah kreativitas warga.
Kendati markas esek-esek yang telah berdiri sejak 1967 tersebut sudah ditutup secara resmi Pemerintah Kota Surabaya yang kala itu dipimpin oleh Tri Rismaharini, Eri Cahyadi sebagai generasi penerus pemerintahan, tidak mengesampingkan eks lokalisasi Dolly. Di tengah kesibukannya sebagai Wali Kota Surabaya, Eri menyempatkan diri mengunjungi warga Dolly.
Baca juga: Sidang Ganjar Pemkot Surabaya, Ahli Nilai Pengakuan Sepihak Tak Cukup Menjerat Terdakwa
“Keliling wilayah Dolly. Mulai eks Wisma Barbara yang legendaris itu sampai Pasar Burung dan Batu Akik,” tulis Eri di Instagram pribadinya, Senin, (29/08/2022).
Mantan Kepala Dinas Cipta Kerja Kota Surabaya itu mengungkapkan, Pemkot Surabaya sedang melakukan penataan total terhadap wilayah Dolly. “Kita akan padukan beragam aspek. Mulai sejarahnya untuk dijadikan pelajaran, geliatnya saat ini, potensi UMKM, potensi anak mudanya, dan sebagainya. Menjadi destinasi yang ramai nantinya,” ungkapnya.
Eri mencontohkan Wisma Barbara yang mempunya enam tingkat ini. Sebagian lantainya disulap menjadi youth center, termasuk untuk anak-anak muda pegiat film. Eri mempersilahkan kaula muda untuk berkumpul, berkreasi dengan hal apa pun yang bernilai positif, workshop sampai produksi film tentang beragam kriteria.
Baca juga: Kesaksian Istri Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya
“Lalu lantai 1 bisa untuk pemasaran produk UMKM plus kafe. Produksi sandal bisa di lantai lainnya. Sandal, ini selama ini sudah memasok kebutuhan perhotelan. Juga produksi sepatu untuk pelajar,” terangnya.
“Tidak hanya Wisma Barbara. Wilayah Dolly secara keseluruhan kita tata dan gerakkan. Basisnya partisipasi. Warga sekitar dilibatkan, terutama yang berpenghasilan rendah (MBR). Kita ingin ekonomi Dolly makin baik dari hari ke hari. InsyaAllah akhir tahun hasilnya mulai kelihatan. Ada ide untuk Dolly, Rek?” tukas Eri. (ASB)
Baca juga: Ganjar Siswo Pramono Tidak Pernah Lapor Gratifikasi ke KPK
Editor : Redaksi