Potretkota.com - Ratusan orang meningal dunia akibat kericuhan usai pertandingan Arema vs Persebaya yang terjadi di stadion Kanjuruhan terus bertambah. Yang awal disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, 127 meninggal dunia, kini data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim bertambah menjadi 174 meninggal dunia, 11 luka berat, 298 luka ringan.
“Data BPPD Jatim pada pukul 10.30 tadi memang demikian, 174 korban meninggal,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak kepada wartawan.
Baca juga: Atlet Muda Balap Sepeda Berbagai Daerah Unjuk Prestasi di Macan Gunung Bromo Series 2
Untuk diketahui, tragedi ini terjadi saat laga pertandingan antara Arema Vs Persebaya Persebaya menang dikandang Arema, 3:2. Hal tersebut memicu suporter Aremania yang berada di tribun masuk ke dalam lapangan untuk mengejar para pemain.
Petugas yan berjaga terlihat masuk lapangan dan memukul mundur suporter Aremania hingga kocar kacir. Tak hanya itu, gas air mata juga ditembakkan kebarisan tribun Aremania. Akibat kericuhan tersebut, penonton banyak yang mengalami luka.
Baca juga: Pasca Viral, Wali Kota Pasuruan Janji Tambah Reward Atlet
Dani yang berada ditribun tak bisa berbuat banyak. Remaja yang saat itu asik menonton bola panik dan kabur akibat asap gas air mata. Anak belasan tahun ini kemudian ditemukan tak bernyawa dirumah sakit olah keluarganya.
Bupati Malang Sanusi didampingi Sekda dan Pejabat Pemkab Malang mengatakan, bahwa para korban yang di rawat di rumah sakit akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Baca juga: Prestasi Tak Sejalan Penghargaan, Atlet Kota Pasuruan Kecewa
“Biaya perawatan korban nanti akan ditanggung oleh Kabupaten Malang, jadi saya menghimbau seluruh Rumah Sakit yang merawat korban, agar langsung melakukan perawatan terhadap korban, jangan memikirkan biaya, karena akan ditanggung oleh Kabupaten Malang,” tegas Sanusi. (Hyu)
Editor : Redaksi