Potretkota.com - Seketaris Desa (Sekdes) Pelintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan diteror sebuah banner berukuran jumbo terpasang di depan kantor Balai Desa setempat
Dua bener tersebut tertulis kalimat minta Sekdes Pelintahan untuk dipecat. Selain itu menolak Sekdes pelintahan menikahi wanita yang besuami sah.
Baca juga: Aries Agung Paewai Akhirnya Penuhi Panggilan Sidang Dugaan Pemerasan Isu Perselingkuhan
Menanggapi banner tersebut, Sekdes Pelintahan, Ali Wardani mengatakan kalimat tulisan banner tersebut tidak benar. Bahkan kalimat di dalam bener tersebut tidak ada bukti. "Bahwasanya saya dengan wanita bernama Astutik itu hanyalah teman. Mengenai saya dikabarkan menikah siri, itu juga tidak benar. Mungkin saya kira, ada yang tidak suka sama saya. Atas kejadian ini, saya anggap sebagai intropeksi diri," katanya baru baru ini.
Disamping itu, Wardani mengaku sempat kaget tiba-tiba ada baner terpasang di depan kantor Balai Desa Pelintahan. Tidak tau motif yang masang benner itu apa dan siapa. Sampai saat ini pelakunya juga belum diketahui. Karena tidak ada CCTV, sehingga sulit mencari bukti.
Baca juga: Perkara Demo Isu Perselingkuhan, Hakim Minta Jemput Paksa Kadindik Jatim Aries Agung Paewai
"Atas kejadian ini, saya langsung kordinasi dengan Polsek dan Kecamatan Pandaan. Intinya saya memberikan klarifikasi di kejadian tersebut dan saya diteror oleh orang yang tidak bertanggung jawab, serta dalam kalimat tulisan tersebut tidak benar," imbuh Wardani.
Wardani menyebut sebelum kejadian adanya isu perselingkuhan, pihaknya sudah melakukan perdamaian dengan suaminya Astuti. "Sudah damai, dan saya sudah membuat surat pernyataan sejak Selasa (15/11/2022) kemarin. Dalam surat itu terdapat lima point dan sudah ditandatangani kedua belah pihak," tandasnya.
Menurut Wadani, pristiwa ini sangat disayangkan. Sebab orang yang pasang benner tidak diketahui identitasnya. "Saya sempat terfikir akan melaporkan pelaku pemasangan banner ke pihak yang berwajib. Rencananya tadi saya mau melaporkan tapi tidak punya bukti siapa yang memasang. Karna tidak ada CCTV diarea ini," tutupnya. (Mat)
Editor : Redaksi