Potretkota.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah, Polres Ngawi Polda Jatim membentuk kegiatan yang disebut dengan Bhatarling, yakni Bhayangkara Pendamping Penjagaan Pertanian Ramah Lingkungan. Program kerja ini dibuat agar para petani menggunakan cara yang lebih aman dalam membasmi hama tikus.
PLT (Pelaksana Tugas) Kasi Humas Iptu Dian Dalam siaran persnya mengatakan, untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut, Polres Ngawi mengerahkan Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran untuk melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya para petani agar dalam pengendalian hama tanaman padi tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik.
Baca juga: Bongkar 14 Kontainer Bawang Bombay Ilegal di Tanjung Perak
Dian mencontohkan kegiatan edukasi yang sedang dicanangkan Polres Ngawi adalah sebagaimana yang dilakukan Polsek Jogorogo. Polsek ini mengerahkan Bhabinkamtibmasnya untuk melaksanakan gropyok (berburu secara langsung) tikus bersama para petani. Hal ini dilakukan demi amannya tanaman padi di sawah dari gangguan hama tikus.
‘‘Bhatarling lebih dioptimalkan kembali agar swasembada, kemandirian dan ketahanan serta keamanan pangan lebih meningkat,’‘ kata Dian, Senin, (09/01/2023).
Selain mengajak untuk tidak menggunakan bahan maupun alat yang membahayakan, Bhabinkamtibmas Polsek Jogorogo juga menyarankan agar para petani memakai pupuk organik. Sedangkan gropyokan menjadi kegiatan Bhatarling yang dilakukan bersama para petani agar dapat meningkatkan swasembada pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan dan keamanan pangan.
Baca juga: GRIB Jatim Ajak Anak Muda Jadi Petani Hebat
Sementara itu, di sisi lain, Kapolsek Jogorogo AKP Nur Hidayat mengungkapkan, pihaknya yang mendukung penuh apa yang menjadi program Polres Ngawi yang dikomandoi AKBP Dwiasi Wiyatputera ini. Menurutnya, Bhatarling merupakan kegiatan yang cukup efektif dalam mensukseskan program pemerintah dalam hal ketahanan pangan.
‘‘Kami bersama para petani gotong royong melakukan gropyok tikus, agar aman bagi tanaman juga para petaninya,’‘ ungkap Nur.
‘‘Ya, benar saat ini para petani sudah mulai tanam padi kembali, dan anggota Polsek mengingatkan lagi agar tidak ada petani yang pasang jebakan tikus pakai aliran listrik, sebab itu berbahaya. Gropyok tikus pada sarangnya di sawah cukup efektif, terbukti ratusan tikus yang berhasil ditangkap,’‘ sambungnya.
Baca juga: PPPI Deklarasi Dukung Program Prabowo - Gibran
Nur Hidayat menegaskan, sosialisasi kepada petani tentang pemberantasan hama tikus di sawah secara aman akan terus dilakukan. Hal tersebut bertujuan agar petani tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik karena sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa manusia. Secara rutin, petugas Polsek Jogorogo akan melakukan kontrol.
‘‘Kita akan selalu mengontrol di sawah apakah ada jaringan listrik untuk jebakan tikus,’‘ tegasnya. (SR)
Editor : Redaksi