Pemeriksaan Makanan dan Minuman

BBPOM Surabaya Temukan Makanan Mengandung Boraks di Kia-kia

potretkota.com
Petugas BBPOM Surabaya saat melakukan pendataan dan pemeriksaan outlet UMKM Kia-kia, Surabaya.

Potretkota.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya, mendapati produk makanan terindikasi mengandung boraks di salah satu outlet UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kia-kia, Kembang Jepun, Surabaya. Makanan terindikasi boraks ini ditemukan saat dilakukan pemeriksaan pada tiap-tiap produk makanan, Selasa, (05/03/2023).

BBPOM Surabaya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya melakukan pemeriksaan pada produk olahan berbasis makanan dan mainuman di Kia-kia, lantaran lokasi tersebut resmi dijadikan sebagai salah satu icon wisata Surabaya, yang di dalamnya terdapat outlet-outlet UMKM di bawah binaan Pemkot Surabaya.

Baca juga: Sidang Ganjar Pemkot Surabaya, Ahli Nilai Pengakuan Sepihak Tak Cukup Menjerat Terdakwa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi datang ke Kia-kia, selain ngabuburit juga bertujuan untuk memeriksa makanan dan minuman yang dijual di lokasi tersebut. Terlihat, tidak hanya bersama istri Rini Indriyani, Eri juga tampak diikuti oleh sejumlah Pejabat Utama Pemkot Surabaya. Usai melakukan pemeriksaan makanan, Eri berbuka puasa bersama di Kia-kia.

Baca juga: Kesaksian Istri Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya 

“Kebetulan ada Balai POM yang memang mempunyai kegiatan rutin dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pengecekan sampling dari makanan-makanan yang ada di Kia-kia ini, dan tadi sudah diambil 14 sampling dan nanti kalau ditemukan, salah satu ditemukan akan ditelusuri, ada yang sesuai atau tidak,” ujar Eri Cahyadi.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menegaskan, setelah didapatkan hasil yang akurat, maka BBPOM dan Dinkes Surabaya akan melakukan penelusuran produk makan tersebut milik siapa dan dari mana hasilnya. “Apakah mengandung boraks atau tidak, akan kita telusuri di mana tempatnya akan kita bina agar tidak menggunakan boraks lagi,” tukas Eri.

Baca juga: Ganjar Siswo Pramono Tidak Pernah Lapor Gratifikasi ke KPK

Sementara itu, Kepala BBPOM Surabaya Rustyawati mengungkapkan, pemeriksaan terhadap tiap-tiap produk makanan dan minuman secara intens terus dilakukan. Tidak hanya outlet-outlet namun juga ke pasar-pasar tradisional juga akan terus dilakukan pemeriksaan. Untuk di Kia-kia, sejauh ini masih satu produk makan yang ditemukan terindikasi boraks.

“Tetap ada plus minus ya fluktuatif juga. Sejauh ini memang nggak bisa tuntas habis karena banyak faktor jadi biar pembinaan yang kita lakukan secara terus menerus, edukasi ke berbagai sektor di tengah-tengah masyarakat,” tandas Rustyawati. (ASB)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru