Potretkota.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Hari Nur Cahya Murni, M.Si menyebut, nilai hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) diketahuinya paling tinggi dari pada Provinsi lain.
"Hibah di Jawa Timur itu tertinggi dibandingkan dengan semua provinsi di Pulau Jawa," jelas Hari Nur Cahya Murni, di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (30/5/3023).
Baca juga: BAP Kusnadi Sebut Khofifah dan Emil Terima Fee Hibah 30 Persen
Pj Gubernur Jambi ini menyebut, pada tahun 2020, Jawa Barat 1,05 persen, Jawa Tengah 0,93 persen, DIY 5,12 persen, DKI 2,08 persen, Jawa Timur 7,30 persen. "Besaran alokasi dana hibah tersebut juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun," ujar Hari Nur Cahya Murni.
Menurut Hari Nur Cahya Murni, Hibah Jawa Timur melampaui besaran nilai maksimal, yakni 10 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Pada tahun anggaran 2021, alokasi dana hibah pokir DPRD Jatim nilainya mencapai 11,6 persen dari PAD," tambahnya, kejadian tersebut kembali terulang pada tahun 2022, alokasi hibah lebih dari 10 persen.
Baca juga: Nama Korlap Hibah Pokir Kusnadi DPRD Jatim Dibongkar Lagi, Duh!
Perempuan kelahiran November 1961 ini juga menyebut, pernah dituduh ‘menggorok’ alokasi hibah saat berperan menjadi fasilitas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dirumah dinas Kemendagri, Tito Karnavian. "Saya pernah dituduh ‘menggorok’ anggaran hibah pokir. Tapi saya engga lihat orangnya, karena pakai masker," jelasnya, sembari melihat terdakwa Sahat Tua Simandjuntak.
Setelahnya, Hari Nur Cahya Murni dihubungi oleh staf Bappeda Provinsi Jatim, Ikmal Putra. Yang mana alokasi hibah sudah sesuai perencana Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKBD) Provinsi Jatim. "Karena Pokir tidak ada dalam regular, tapi dalam RKPD," ujarnya.
Baca juga: Terdakwa Hasanuddin Serahkan Uang ke Sae’an Choir Rp2,5 Miliar
Sementara, Ikmal Putra staf perencana RKPD Bappeda Provinsi Jatim membenarkan menghubungi Hari Nur Cahya Murni. Menurutnya, alokasi hibah suda sesuai dengan APBD Jawa Timur. "Kalau RKPD saya koordinasi dengan Dirjen Bu Nur. Hitungan kami sudah sesuai 10 persen. Yang menentukan Sekda," timpalnya. (Hyu)
Editor : Redaksi