Potretkota.com - Gabungan seniman dari berbagai daerah berkumpul di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya. Mereka hadir dalam rangka mengikuti Pameran 30 senti, Sabtu (30/9/2023) malam.
Ketua Panitia Pameran 30 Senti Slamet Budiono mengatakan, acara ini akan menjadi perwujudan dari imajinasi cerita sehari-hari yang berjarak sejangkauan tangan para seniman dalam berkarya.
Baca juga: Hakim Vonis Seniman Kapal Majapahit 3 Tahun 6 Bulan Penjara
"Cerita mereka yang terkesan biasa, akan menjadi istimewa ketika diceritakan kembali atau diwujudkan dalam visual yang ekspresif tanpa batas secara ide dan imajinasi," jelas Slamet Budiono.
Baca juga: GMNI Surabaya Raya Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025
Karya yang dituangkan para seniman, menurut Slamet Budiono bebas. Mulai penggambaran emosi sedih, bahagia, marah, geli, lucu dan lainnya. "Tema ini akan membawa keberagaman tersendiri, beragam dan memiliki berbagai bentuk mengikuti keunikan dan karakter masing-masing seniman dalam mengekspresikan cerita tersendiri," tambah Slamet.
Sementara, Ugo Untoro seniman yang membuka acara mengaku, ada beberapa aspek berawal dari kebutuhan yang konseptual dan dituangkan dalam bentuk karya. "Jadi seniman harus punya kecintaan terhadap karya sendiri," ujarnya.
Baca juga: Drama Kolosal Perobekan Bendera Belanda di Surabaya
Selain diramaikan oleh performance musik akustik Boomtrack, Arul kamandanu, Santi saned dan Dudung jidoo, Pameran 30 Senti ini diikuti 50 seniman yang membawa 150 karya. Acara yang berakhir 3 Oktober 2023 ini, juga diisi workshop Sujud Sukur, penulisan konsep karya oleh Hari Prajitno dan Karikatur oleh Pingki Ayako. (Hyu)
Editor : Redaksi