Bom Meledak di Bangil Pasuruan

potretkota.com

Potretkota.com - Bom meledak di rumah kontrakan pria bernama Anwardi alias Abdullah, di Jl Pepaya RT 01/RW1, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7/2018) siang sekitar jam 11.30 Wib. Tidak sekali, namun warga mendengar ledakan berkali-kali.

“Ledakan di Bangil, Pasuruan itu diduga bom,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera pada wartawan.

Baca juga: Umar Patek Dulu Peracik Bom Sekarang Bikin Kopi Rempah

Informasi yang ada, Abdulloh (50) berasal dari Lambideng Aceh, Dina Rohana (40) asal Perum Arbain, Desa Gempeng, Bangil, Pasuruan, sejak 7 Oktober 2017, kontrak dirumah Saprami (66) pensiunan PLN bersama anaknya.

Setelah bom yang sebelumnya diduga meledak dalam rumah adalah elpiji meledak, warga lalu masuk secara paksa guna menyelamatkan penghuni. Warga setelah masuk dalam rumah, lalu mendapati ada korban balita laki-laku 3 tahun dalam kondisi wajah luka terbakar. Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Bangil Pasuruan.

Baca juga: Korban Bom Gereja IPDA Ahmad Nurhadi jadi Inspirasi Hari Bhayangkara ke 79

Selang beberapa menit, Abdullah saat akan keluar rumah kontrakan membawa ransel dan memakai helm, dicegah oleh warga. Dalam rumah kontrakan tersebut, kembali terdengar ledakan. Abdullah lalu keluar rumah menggunakan motor bebek kearah timur dan melemparkan tas rangsel ke kerumunan warga dan petugas kepolisian, yang kebetulan Kapolsek Bangil Kompol M Iskak, sehingga terjadi ledakan berikutnya.

Baca juga: Gudang di Margomulyo Permai Digeledah Densus 88

Guna pemeriksaan lebih lanjut, Dina Rohana diperiksa di Polres Kabupaten Pasuruan. Sedangkan polisi masih mengejar Abdullah. "Ibunya kita sudah amankan di Polres. Anak itu sedang dirawat di Rumah Sakit," terang Frans pada wartawan.

Terpisah, Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin saat jumpa pers mengaku, polisi mengamankan satu bom lempar aktif hingga buku berkonten jihad di rumah kontrakan yan meledak. "Di situ ada bom lempar aktif, tapi sudah diurai (petugas). Juga ada paku baru, ada gotri. Ada juga buku-buku jihad," jelasnya, di Mapolres Pasuruan. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru