Potretkota.com - Paslon (Pasangan Calon) Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers di kantor THN (Tim Hukum Nasional) soal dugaan kecurangan hasil perolehan suara pada Pemilu 2024. Selain menanggapi dugaan kecurangan, Paslon 01 juga mengapresiasi pemilihnya.
Anies mengatakan, Pemilu harus dijaga integritasnya. Menurutnya, pilar demokrasi adalah kepercayaan dan salah satu unsur kepercayaan adalah kejujuran. Agar proses demokrasi berjalan dengan baik dan berfungsi dengan baik, maka Pilpres dan Pemilu harus dijalankan dengan kejujuran. Anies menegaskan, pihaknya tidak ingin gegabah.
Baca juga: Zulfikar Komisi II DPR RI Sebut Putusan MK 135 Sudah Final
“Tidak ada di hari pertama, hari kedua deklarasi kecurangan ini, tidak, kami tidak mau gegabah karena kami ingin menghormati rakyat Indonesia dengan rakyat Indonesia mendapatkan informasi yang akurat, yang matang, yang sudah terverifikasi,” kata Anies saat memberikan keterangan pers di kantor THN AMIN, Selasa, (20/01/2024).
Itulah sebabnya kenapa, lanjut Anies, tim hukum bekerja lengkap dan pihaknya bersyukur, tim hukum ini sampai dengan daerah komplit di seluruh provinsi. THN AMIN saat ini tengah mengumpulkan data, namun tidak ingin memberikan informasi yang nantinya justru hanya akan menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.
Baca juga: Bicara di UGM, Anies Baswedan Singgung Soal Efisiensi Anggaran
Anies mengungkapkan, hasil dari temuan sementara THN AMIN, tim hukumnya menemukan problem yang terbesar bukan di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Akan tetapi problem terbesar yang ditemukan adalah justru kegiatan-kegiatan pra TPS, kegiatan-kegiatan yang membuat aktivitas di TPS dipengaruhi dan tidak mencerminkan aspirasi rakyat yang semula ada.
“Ini temuan yang paling mendasar, pra TPS. Nah pra TPS ini banyak aktivitasnya, nanti detail akan ada, ini yang sangat mengkhawatirkan. Jadi kualitas dari hasil Pemilu yang sesungguhnya harus mencerminkan aspirasi rakyat, di dalam temuan kami sebagian bukan aspirasi rakyat. Sebagian adalah aspirasi yang dipaksakan kepada rakyat,” ungkap Anies.
Baca juga: Akhir Tahun Bawaslu Surabaya Sampaikan Evaluasi Pilkada 2024
Proses itu sendiri, kata Anies, tidak terjadi terjadi di TPS atau sesudah TPS tetapi justru terjadi sebelum di TPS. Sebagai sebuah praktik ketidakjujuran, ini adalah peningkatan kualitasnya. Anies meminta agar membandingkan dengan yang dulu dan ini yang bisa mengganggu demokrasi. Anies mengajak masyarakat untuk memilih dengan jujur.
“Apapun pilihannya, mau pilih 1, 2, 3 harus sama-sama kita pilih yang jujur dan keberhasilan karena kejujuran akan menghasilkan kekuatan moral yang kuat. Tapi kalau keberhasilan yang tidak ditopang dengan kejujuran apalagi dengan pelanggaran-pelanggaran dia akan menghasilkan cacat moral, yang berdampak besar,” tukas Anies. (ASB)
Editor : Redaksi