Potretkota.com - Kementerian Sosial (Kemensos) Era Khofifah Indar Parawansa membuat proyek terkait pekerjaan program verifikasi dan validasi (verivali) orang miskin, tahun 2015. Saat itu, ditunjuk UB salah satu kampus di Kota Malang melakukan pekerjaan. Tidak hanya itu, ada juga KSO Su-BKI sebagai konsultan yang ditunjuk melalui tender.
Lingkup pekerjaan antara lain untuk merumuskan model verivali yang tepat yang dilaksanakan dengan melakukan uji coba verivali melalui Rembug di tingkat Satuan Lingkungan Setempat (SLS) pada Kabupaten Jombang dan Kota Malang.
Baca juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
Diantaranya, di Kecamatan Diwek, Jombang, Kesamben, Plandaan, Tembelang, Wonosalam, Blimbing, Kedungkandang, dan Sukun.
Baca juga: Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim: Saatnya Menghentikan Angka di Rapor Sekolah Dasar
Berdasarkan analisa dengan membandingkan output verivali yang dilaksanakan oleh penyedia jasa KSO Su-BKI dengan hasil verivali yang dilaksanakan oleh UB tersebut diperoleh data yang berbeda.
Perbandingan database hasil verivali penyedia jasa KSO Su-BKI dan UB yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), antara lain pre-list/data awal KSO Su-BKI 2.878 UB 32.366, Pindah versi KSO Su-BKI 206 UB 64, Meninggal KSO Su-BKI menyatakan 0 UB 1.054, Data Ganda menurut KSO Su-BKI 0 UB 63, sedangkan untuk Usulan dari KSO Su-BKI 0 UB 3.453.
Baca juga: Rasiyo DPRD Jatim Dilaporkan, Demokrat Diam atau Melawan?
Sutikno dari Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) heran dengan temuan tersebut, lantaran masing-masing terdapat perbedaan hasil verivali. “Siapa yang bohong? KSO Su-BKI atau UB, atau keduanya?” jelasnya bertanya-tanya. (Hyu)
Editor : Redaksi