Potretkota.com - Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung mengingatkan atlet-atlet Jatim untuk tidak mendekati narkoba. Sekali saja kena narkoba, maka prestasi yang diukir selama bertahun-tahun sudah tidak ada artinya lagi.
“Membina atlet itu tidak mudah. Maka sekali saja kena narkoba, atlet itu akan hancur masa depanya,” katanya pada acara Focus Group Discussion “Bersama meningkatkan kompetensi menuju Jatim juara PON XX-2020 di Surabaya, Selasa (19/12/2017).
Baca juga: Atlet Muda Balap Sepeda Berbagai Daerah Unjuk Prestasi di Macan Gunung Bromo Series 2
Erlangga perlu mengingatkan pentingnya bahaya narkoba, karena peredaran barang haram itu sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Yang menjadi sasaran adalah anak usia produktif.
“Saat saya mengunjungi Lapas, datanya 80 persen napi terlibat kasus narkoba. Dari 80 persen tersebut, mayoritas usia sangat produktif. Seusia atlet-atlet olahraga. Dibanding komunitas olahraga seusia itu dan non olahraga itu bagaikan bumi dan langit,” ungkapnya.
Baca juga: Pasca Viral, Wali Kota Pasuruan Janji Tambah Reward Atlet
Karenanya, Erlangga menegaskan urusan narkoba tidak main-main. Dulu narkoba jenis ganja dampaknya membuat orang teler. Sekarang, dengan jenis narkoba yang baru bisa membuat orang lincah dan semangat.
“Sebagus apapun mendesain atlet, tapi kalau atletnya sudah kena narkoba, maka pembinaan yang dilakukan selama bertahun-tahun akan sia-sia. Kita perlu bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pihak terkait untuk mencegah masuknya narkoba di komunitas olahraga,” papar Erlangga.
Baca juga: Prestasi Tak Sejalan Penghargaan, Atlet Kota Pasuruan Kecewa
Koni Jawa Timur bersyukur sampai sekarang tidak ada atlet dan pelatih yang tersandung narkoba. “Bahkan, mekanik kita juga tidak ada yang menggunakan narkoba,” ujarnya. (AH)
Editor : Redaksi