Sahabat Khofifah - Emil Sosialisasi Kotak Kosong Pilkada Surabaya 2024

potretkota.com
Acara koordinasi pemenang Khofifah - Emil dan kotak kosong.

Potretkota.com - Rapat Koordinasi Wilayah Sahabat Khofifah - Emil, diselenggarakan oleh organisasi masyarakat dari Ikatan Perempuan Hebat Indonesia (IPHI) di Surabaya, Sabtu (5/10/2024).

Ketua IPHI Mooi Dina Kartika mengatakan, kegiatan kali ini melakukan koordinasi untuk memenangkan Khofifah - Emil di Jawa Timur, salah satunya di Surabaya.

Baca juga: Demi Kebaikan Warga, Praktisi Hukum Usulkan Rahmat Muhajirin dan Bupati Sidoarjo Berdamai

"Target kami suara Kofifah - Emil di Surabaya bisa tembus 80 persen," kata Dina Kartika.

Dalam acara, IPHI juga mengundang narasumber, yakni Rudi Gaol, Direktur Pemenang Analisis dan Strategis Kotak Kosong. Menurutnya, di Jawa Timur sendiri terdapat 5 wilayah calon tunggal melawan kotak kosong, diantaranya Trenggalek, Ngawi, Gresik, Pasuruan Kota dan Surabaya.

"Ini penting sekali, karena trend kotak kosong tiap tahunnya naik. Tahun 2018 terdapat 18 wilayah, tahun 2023 ada 20 wilayah dan tahun 2024 terdapat 37 wilayah. Kami khawatir, kotak kosong tahun 2029 juga ikut naik," kata Rudi Gaol.

Baca juga: Rahmat Muhajirin Suami Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo Subandi ke Bareskrim Polri

Trend kotak kosong, disebut Rudi Gaol menjadi alasan kepala daerah memborong semua partai. "Kita tidak diberi kesempatan memilih calon lain, ini namanya pembunuhan demokrasi," ujarnya.

Padahal, disebut Rudi Gaol pemilu merupakan pesta rakyat. "Kalau pesta ini ada nasi rawon, soto, pecel, capjay, dan sebagainya. Kalau dikasih satu pilihan ini namanya tahlilan," jelasnya.

Baca juga: Partai Demokrat Jatim Nilai Rasiyo Turut Selamatkan RS Pura Raharja

Rudi menyebut, sosialisasi ini penting untuk diketahui, karena golput itu bukan pilihan. "Banyak masyarakat yang tidak paham hal ini, kami harus mengedukasi, bahwa kotok kosong itu bukan golput, masyarakat harus datang ke TPS untuk mencoblos kotak kosong. Karena kotak kosong juga dihitung," tambahnya.

Kalau kotak kosong menang, Rudi menjelaskan Kepala Daerah akan dipimpin oleh PNS pilihan Presiden terbaik. "Ini harus linier antara gubernur hingga walikota, agar nanti program Prabowo Gibran bisa berjalan dengan baik. Kemarin Prabowo Gibran No 2, sekarang coblos Gubernur Jatim No 2 dan pilih kotak kosong No 2," pungkasnya. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru