Potretkota.com - Forum Masyarakat Madani Maritim (FMMM), beserta kelompok nelayan dari pesisir timur Kota Surabaya bersama tokoh Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) melakukan pertemuan tertutup membahas pembangunan empat pulau Surabaya Waterfront Land (SWL).
Dalam pertemuan, hadir Wakil Rektor ITS Agus Muhammad Hatta, ST., MSi., PhD didampingi Tri Joko Wahyu Adi. ST., MT., PhD. sebagi Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS, Dr. Dra. Agnes Tuti Rumiati, M.Sc., di Laboratorium Statistika Sosial dan Kependudukan, DR. Dra. Dian Sapta Rini, M.Sc. Wakil Kepala Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan, Ir. Putu Rudy Satiawan, M.Sc. Kepala Laboratorium Pengembangan & Perancangan Perkotaan di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota dan Prof. Erma Suryani S.T., M.T., Ph.D. , sebagai peneliti di Bidang Industrial Manajemen.
Baca juga: Surabaya Pesisir yang Selalu Siap, Kecuali Saat Air Datang
Koordinator FMMM Heroe Budiarto mengatakan, dalam pertemuan disampaikan bahwa PT Granting Jaya pernah ke ITS melakukan kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat, untuk digunakan sebagai kelengkapan ijin.
“Dalam kajian dan penelitian ITS, adanya reklamasi Surabaya Waterfront Land, perekonomian di wilayah tersebut menurun 14%,” kata Heroe Budiarto mengutip pernyataan dari pihak ITS, Agnes Tuti Rumiati, Sabtu (12/10/2024).
Baca juga: Menyoal Urugan Batu Kapur di Mangrove Kalianak Surabaya
Pengembangan Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL) dengan luasan kurang lebih 1.084.57 hektar, rencana mencakup Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Bulak, Kecamatan Rungkut, digarap PT Granting Jaya.
Heroe Budiarto juga menyebut, ITS dalam pertemuan cenderung tidak mendukung reklamasi Surabaya Waterfront Land, alasannya proyek tersebut ambisius tidak senafas dengan RTRW Provinsi Jawa Timur. “Jadi ITS menilai proyek Surabaya Waterfront Land terlalu dini untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategi Nasional. Banyak penilaian negatif sehingga kajian tidak layak,” ujarnya.
Baca juga: Ali Yusa: 7 Langkah Mendampingi Masyarakat Pesisir Penolak SWL
Karena itu, FMMM akhirnya menyatakan sikap meminta agar ITS menolak tegas reklamasi Surabaya Waterfront Land. “Kami dan rekan-rekan menuntut ITS mundur dari keterlibatannya dalam proyek pembangunan Surabaya Waterfront Land,” imbuhnya.
Permintaan tegas itu beralasan, karena menurut Heroe Budiarto, framing ITS sebagai institusi pendidikan yang bersejarah telah membackup PT Granting Jaya sangat kental. “Isu ITS di framing memback-up proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land kental. Seolah-olah ITS ikut mengesahkan PT Granting Jaya mengerjakan reklamasi sudah sesuai kajian ilmiah,” pungkasnya. (Hyu)
Editor : Redaksi