Potretkota.com - Meski ada Intruksi Presiden (Inpres) Nomer 1 Tahun 2025 mengatur tentang efisiensi anggaran, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) tetap berangkat pelatihan ke Negara Finlandia.
Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansa, S.Pd menyampaikan, pelatihan ke Finlandia menggunakan anggaran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Baca juga: Nama Korlap Hibah Pokir Kusnadi DPRD Jatim Dibongkar Lagi, Duh!
“Kami ini peserta, panitianya dari BPSDM Jatim,” ujarnya, Jumat (16/5/2025) kemarin.
Anggota Komisi A DPRD Jatim yang pelatihan ke Finlandia, rencana dibagi menjadi 3 kloter. Keberangkatan awal, 5-14 Mei 2025 untuk menimba ilmu pemanfatan teknologi informasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam rangka peningkatan pelayanan publik di kampus ternama Finlandia, yaitu Aalto University.
“Aktifnya belajar ya 5-6 hari . Sisanya kan dipakai untuk perjalanan,” urainya.
Baca juga: Terdakwa Hasanuddin Serahkan Uang ke Sae’an Choir Rp2,5 Miliar
Menurut Dedi Irwansa, Anggota Komisi A DPRD Jatim yang pergi ke Republik Finlandia, Negara bagian Eropa sudah mendapat izin dari Sekretaris Negara (Setneg), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) termasuk Gubernur Jatim.
“Saya mohon maaf, secara pemahaman, Inpres itu ketika Setneg sudah mengeluarkan rekomendasi berarti tidak bertentangan. Sedangkan, surat edaran (himbauan efisiensi anggaran tidak diperbolehkan anggota DPRD Jatim pergi ke Luar Negeri) dari Ketua DPRD Jatim itu keluar setelah rekan-rekan itu berangkat dan sudah di sana dan menjalani proses pelatihan,” jelasnya.
“Di Permendagri juga sudah jelas, Inpresnya juga jelas, kami mohon maaf kalau pemahaman kami berbeda atau sudut pandangnya, kami dan BPSDM melihat ini tidak pada konteks pelarangan tapi konteksnya efisiensi. Yang namanya efisiensi itu setahu kami kalau dua jadi satu, kalau empat jadi dua, dan penekanannya pemerintah pusat itu perjalanan dinasnya harus berdampak pada kebijakan publik, berdampak kepada masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Nama Sae’an Choir P2SEM Muncul di Sidang Hibah Pokir DPRD Jatim
Belajar AI di Aalto University, Anggota Komisi A DPRD Jatim yang sudah berangkat mengklaim sudah mendapatkan ilmu yang sepadan dengan anggaran yang dikeluarkan. “Jadi bahasanya ini pelatihan. BPSDM ini kan lembaga pengembangan SDM pemerintah Provinsi Jawa Timur, pengembangan SDM. Nah, pemerintah Provinsi Jawa Timur itu termasuk juga DPR yang memang teman-teman DPR ini berhak untuk meningkatkan kapasitas,” jelasnya, sudah mendapatkan manfaat teknologi AI dengan luar biasa.
Politisi dari Partai Demokrat dapil Sidoarjo ini berharap, seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang ada di Provinsi Jawa Timur bisa memanfaatkan teknologi informasi berbasis AI. “Tentu dalam rangka meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Dalam rangka memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanannya, sehingga harapan besarnya kesejahteraan masyarakat ini bisa tercapai. Tapi tentu ini butuh proses,” pungkasnya. (ASB)
Editor : Redaksi