Potretkota.com - Aksi anarkis yang berlangsung pada 29 dan 30 Agustus 2025 lalu, mendapat reaksi dari warga Kota Surabaya dengan menjaga wilayah kampung masing-masing. Hal tersebut diungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan usai menggelar pemusnahan Narkotika jenis Sabu-sabu dan Ekstasi di Mapolrestabes Surabaya, Selasa, (09/09/2025).
Salah satu kampung yang disorot Luthfie adalah perkampungan di wilayah Wonokromo. Luthfie menilai, warga Wonokromo memiliki jiwa pahlawan sebagaimana gelar Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Pada saat aksi berlangsung dan mulai anarkis, warga Wonokromo dengan sigap bersiaga menjaga kampung masing-masing serta membantu mengamankan Markas Polsek Wonokromo.
Baca juga: Warga Serbu Bazar Barang Bukti Curnamor di Polrestabes Surabaya
“Berkat dukungan seluruh warga masyarakat kota Surabaya, sekaligus pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih bahwa dalam menghadapi perusuh yang seperti tempo hari membuat resah Surabaya, ternyata saya melihat Surabaya memang betul adalah kota pahlawan dan gennya itu masih ada pada generasi-generasi sekarang,” kata Luthfie.
“Sehingga ketika ada perusuh secara spontan masyarakat melakukan langkah-langkah untuk membentengi kampungnya, membentengi wilayahnya sehingga terhindar dari perusakan yang lebih parah Sebagai contoh kemarin di Wonokromo saya mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh komponen yang sudah bahu-membahu melakukan penjagaan,” sambungnya.
Oleh karenanya, Luthfie menyayangkan aksi massa anarkis yang sehingga terjadi pembakaran di sejumlah titik di Kota Surabaya, khususnya kantor dan pos-pos kepolisian. Terlebih, pelaku anarkis mayoritas anak-anak di bawah umur dengan usia antara 15 hingga 17 tahun. Luthfie berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Baca juga: Kriminalitas Naik, Warga Surabaya Diminta Jadi Polisi Bagi Diri Sendiri
Kepada warga Surabaya, Luthfie mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak di rumah, khususnya saat menggunakan media sosial yang terindikasi melakukan ajakan terhadap anak-anak untuk anarkis. Hal tersebut menurut Luthfie merupakan salah satu wujud sumbangsih kepada negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kita sayangkan di beberapa tempat memang kemarin sempat terjadi ada perusakan dan mudah-mudahan dengan guyubnya warga dengan kebersamaan ini ke depan hal-hal yang demikian dapat kita hindiri bersama. Hindari dan mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi di Surabaya. Dan kami juga meminta kepada para orang tua untuk juga memantau anak-anaknya,” terang Luthfie,
“Memberikan edukasi supaya tidak mudah terprovokasi, tidak mudah ikut dalam ajakan-ajakan yang tidak jelas melalui media social, dan kita bisa hindarkan anak-anak generasi penurus ini dari kegiatan-kegiatan yang anarkis, kegiatan-kegiatan yang kemudian bisa mencelakai diri mereka sendiri,” tandas Luthfie mengimbau masyarakat.
Baca juga: Jangan Lengah! Maling Handphone Beroperasi di Bus Suroboyo
Lulusan Akpol (Akademi Polisi) tahun 1997 ini menegaskan, saat ini situasi Surabaya sudah aman. Luthfie mempersilakan masyarakat beraktivitas seperti semula, tidak perlu khawatir. Karena selain melakukan kegiatan patroli, kepolisian juga telah menerjunkan Satuan Brimob bersama instansi yang lain, serta melibatkan warga masyarakat dalam mengamankan Kota Surabaya. (ASB)
Editor : Redaksi