Potretkota.com - Setelah berminggu-minggu bekerja tanpa lelah, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) akhirnya mengumumkan penutupan operasi identifikasi korban tragedi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo.
Pengumuman ini disampaikan pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, setelah tim berhasil mengidentifikasi lima kantong jenazah terakhir di posko DVI Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Diantaranya:
Baca juga: Demi Kebaikan Warga, Praktisi Hukum Usulkan Rahmat Muhajirin dan Bupati Sidoarjo Berdamai
- Sholihan, laki-laki berusia 17 tahun, warga Dsn. Konyek, Alas Rajah, Blega, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA, catatan medis, dan properti yang cocok dengan Nomor AM 047.
- Raihan Rafa Aldiyansyah, laki-laki berusia 14 tahun, warga Dsn. Langgar, Banyoneng Laok, Geger, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA, catatan medis, dan properti yang cocok dengan Nomor AM 005.
- Fairuz Shirojuddin, laki-laki berusia 16 tahun, warga Jl. Singajaya RT 001 RW 001, Singopadu, Tulangan, Sidoarjo. Teridentifikasi melalui DNA, catatan medis, dan properti yang cocok dengan Nomor AM 060.
- Moch. Defa Sharifuddin, laki-laki berusia 17 tahun, warga Dsn. Kaligede RT 001 RW 001, Ngadipiro Wilangan Nganjuk. Teridentifikasi melalui DNA dan catatan medis yang cocok dengan Nomor AM 017.
- Zaky, laki-laki berusia 12 tahun, warga Planggaran Timur, Lepelle, Robatal, Sampang. Teridentifikasi melalui catatan medis dan properti yang cocok dengan Nomor AM 013.
Dengan teridentifikasinya lima jenazah terakhir ini, total 63 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima telah berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi melibatkan metode yang komprehensif, termasuk pencocokan DNA, catatan medis, dan properti pribadi korban.
"Dengan selesainya identifikasi ini, kami secara resmi menutup operasi DVI," jelas Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol. Khusnan Marzuki, dalam konferensi pers.
Baca juga: Arsitek dan Ahli Konstruksi Bersatu Wakafkan Profesi untuk Pesantren
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama tim forensik, relawan, dan keluarga korban yang telah memberikan informasi yang sangat berharga," tambahnya.
Dari data yang dilaporkan, seluruh 63 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Penutupan operasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan memungkinkan keluarga korban untuk memulai proses pemulihan. (KF)
Editor : Redaksi