Potretkota.com - Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso meninjau langsung proses pembuatan batik ecoprint di Jalan Wisma Kedung Asem, Surabaya, Kamis (13/11/2025). Saat kunjungan, Mendag menyatakan kesiapannya untuk membantu UMKM Namira dalam memperluas pasar ekspor.
"Program ini memberikan fasilitas bagi UMKM untuk berjualan di luar negeri dengan dukungan dari perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri atau Indonesia Trade Promotion Center (ITPC)," kata Budi Santoso.
Budi Santoso menjelaskan, pemerintah berupaya memfasilitasi UMKM agar produknya dapat masuk ke pasar modern seperti department store, tentunya dengan kualitas produk yang telah lolos quality control. Berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk membantu UMKM dalam mengembangkan bisnisnya, termasuk program UMKM ekspor.
Baca juga: Jelang Imlek, Usaha Kue Keranjang di Surabaya Kebanjiran Pesanan
Pria kelahiran Februari 1968 juga mengungkapkan kekagumannya terhadap omzet Namira Ecoprint yang tembus miliaran rupiah per tahun. Tidak hanya itu, Budi Santoso juga menyaksikan secara langsung sekaligus mencoba untuk ikut terjun dalam proses pembuatan batik ecoprint.
Baca juga: Sisa Kas Cuma Rp75 Juta, Perumda Panglungan Nekat Pinjam Dagulir Bank UMKM Jatim Rp1,5 Miliar
Menurut data Kementerian Perdagangan, UMKM yang mengikuti program UMKM Ekspor telah mencatatkan nilai ekspor sebesar 130,17 juta Dolar AS pada periode Januari hingga Oktober 2025. Sementara UMKM yang telah difasilitasi dalam program business matching sebanyak 1.049 UMKM.
Baca juga: Superindo Tegaskan Pemotongan Invoice Sudah Sesuai Perjanjian, Lawyer Siap 'Fight' di Pengadilan
Sementara, Didik Eddy Soesilo owner Namira Ecoprint mengaku terkejut dan merasa sangat senang atas kunjungan Menteri Perdagangan RI ini. "Saya terkejut dan merasa sangat luar biasa atas kunjungan Menteri Perdagangan RI ini," ungkapnya. (KF)
Editor : Redaksi