Potretkota.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara bergerak cepat dan solid dalam menangani bencana di tiga provinsi terdampak. Ia menyatakan situasi masih terkendali dan menolak dorongan sebagian pihak yang mendesak penetapan status bencana nasional.
“Ini suatu hal yang perlu kita banggakan. Aparat-aparat kita di setiap tingkatan berada di tengah rakyat,” kata Prabowo dalam arahannya yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (15/12/2025).
Baca juga: Presiden Prabowo Bagikan 200 Becak Listrik di Surabaya
Menurut Presiden, respons cepat itu terjadi tanpa menunggu instruksi berjenjang. Aparat TNI, Polri, hingga unsur pemerintah daerah bergerak atas inisiatif sendiri.
“Semua mengerahkan, tanpa terlalu banyak minta perintah dari saya. Berinisiatif,” tegasnya.
Prabowo menyampaikan apresiasi khusus kepada Panglima TNI, Kapolri, dan para Kepala Staf yang dinilainya sigap mengambil keputusan di lapangan. Dampaknya, Indonesia justru menerima banyak tawaran bantuan dari negara lain.
“Saya ditelpon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih concern Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” ujarnya.
Presiden menegaskan, dari total 38 provinsi, hanya tiga provinsi yang terdampak langsung. Dengan kondisi tersebut, ia memastikan negara tetap dalam kendali penuh.
“Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi situasi terkendali,” katanya.
Tak hanya respons darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang. Presiden memastikan akan segera dibentuk badan atau satuan tugas khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kita sudah merencanakan segera akan kita bentuk, apakah kita namakan badan atau satgas rehabilitasi dan rekonstruksi,” ucap Prabowo.
Dalam waktu dekat, pembangunan hunian bagi korban akan langsung dimulai. Bahkan, Presiden mengungkapkan laporan Menteri Perumahan bahwa pembangunan rumah permanen bisa dimulai pekan ini.
Baca juga: Tak Minta Roti, Anak-Anak di Besitang Sumut Butuh Al-Qur'an
“Mungkin mulai hari minggu ini kita sudah mulai membangun 2.000 rumah. Kemungkinan rumah ini bisa langsung saja jadi rumah tetap,” katanya.
Prabowo menginstruksikan seluruh unsur pemerintahan untuk tidak mencari alasan teknis, termasuk soal lahan. Ia menegaskan seluruh aset negara bisa dimanfaatkan demi kepentingan rakyat.
“Jangan ada alasan cari lahan. Pakai lahan milik negara. Kalau perlu PTPN, kalau perlu konsesi-konsesi hutan itu kita pakai semua,” tegasnya.
Presiden juga memastikan anggaran penanganan telah disiapkan dari APBN. Menurutnya, ketersediaan dana ini merupakan hasil kebijakan efisiensi yang ia terapkan sejak awal pemerintahan.
“Anggaran APBN sudah kita siapkan. Anggaran ini kita siapkan karena memang uangnya ada,” ujarnya.
Ia menyinggung kritik keras terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang sempat memicu penolakan dan demonstrasi.
Baca juga: ITS Bantu Mahasiswa Korban Bencana Sumatera dan Aceh
“Saya diserang, saya dimaki-maki bahwa efisiensi ini salah. Baru ada di dunia ini demonstrasi menentang efisiensi,” kata Prabowo dengan nada tegas.
Padahal, menurut Presiden, efisiensi merupakan amanat konstitusi dan menjadi kunci menekan korupsi serta kebocoran anggaran.
“Justru karena kita laksanakan efisiensi, kita kurangi semua kemungkinan korupsi, kebocoran. Kita punya uang sekarang,” ujarnya.
Prabowo menutup pidatonya dengan mengutip Pasal 33 Ayat 4 Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar pijakan kebijakan ekonomi pemerintahannya.
“Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas asas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efi siensi, dan berkeadilan,” tandasnya. (ASB)
Editor : Redaksi