Potretkota.com - Direktur PT Arisco Cipta Graha Sarana (ACGS) Muhamad Nunu saat di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, mengaku mengenal Ganjar Siswo Pramono pensiunan Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Nunu sapaan akrab Direktur PT Arisco Cipta Graha Sarana mengenal Terdakwa Ganjar Siswo Pramono sejak tahun 2017 saat mengerjakan proyek pembuatan Jalan Baru Kolektor Tipe 2 di Jalan Sidotopo Wetan Surabaya. “Saya ketemu saat tanda tangan kontrak saja,” katanya, Selasa (23/12/2025) lalu.
Baca juga: Sidang Ganjar Pemkot Surabaya, Ahli Nilai Pengakuan Sepihak Tak Cukup Menjerat Terdakwa
Beberapa kali mengerjakan proyek Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya, Nunu diam-diam tanpa sepengetahuan Ganjar sering menggandeng PT Media Cipta Perkasa (MCP). Alasannya, karena perlengkapan rekan bisnisnya lengkap. “Kita ada kerjasama, dia bantu finansial dan peralatan,” akunya, saling membantu.
Karena ada kerjasama, tentu ada pembagian hasil antara PT Arisco Cipta Graha Sarana dan PT Media Cipta Perkasa. “Saya 30 persen, Pak Ferdi (PT MCP) 70 persen,” tambah Muhamad Nunu.
Atas pernyataan Nunu, Majelis Hakim pun heran, sebagai pemenang Nunu PT Arisco Cipta Graha Sarana hanya dapat bagian 30 persen. “Pak Ferdi 70 persen karena dia support semuanya. Saya cuma tenaga kerja,” imbuhnya meyakinkan sidang.
Pria kelahiran Banyuwangi 1962 ini juga bersumpah, meski sering menang lelang tapi ia sendiri tidak pernah memberikan uang kepada Terdakwa Ganjar Siswo Pramono diruang kerjanya. “Saya bersumpah!” tegas Muhamad Nunu.
Keterangan saksi Nunu dibenarkan oleh Ganjar Siswo Pramono. Dari PT Arisco Cipta Graha Sarana, Terdakwa yang tinggal di Wonorejo Surabaya hanya ingat menerima total Rp100 juta. “Bukan beliau yang serahkan uang, tapi ada suruhan. Penyerahan di kantor,” pungkasnya.
Baca juga: Kesaksian Istri Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya
Antara PT ACGS dan PT MCP
Sesuai dalam dakwaan, PT Arisco Cipta Graha Sarana mendapat pekerjaan mulai tahun 2017, 2019 dan 2020. Antara lain:
2017 (Rp50 juta)
- PT. Arisco Cipta Graha Sarana, pekerjaannya pembuatan Jalan Baru Kolektor Tipe 2 JL. Sidotopo Wetan), Rp2.532.977.500.
2019 (Rp50 juta)
Baca juga: Ganjar Siswo Pramono Tidak Pernah Lapor Gratifikasi ke KPK
- PT. Arisco Cipta Graha Sarana, garap Pedestrian dengan Saluran Lebar 3 meter, Jl Indrapura (Jl.Parang Kusumo-RS.Kelamin) Jl Bubutan-Sentra PKL Indrapura, Rp6,527,858,873.
- PT. Arisco Cipta Graha Sarana, kerjakan Pedestrian dengan Saluran Lebar 3 meter, Jl. Dukuh Kupang (TVRI), Jl. Mayjend. Sungkono (Jl Dukuh Kupang-Jl Bintang Diponggo), Rp8.211.873.169.
- PT. Arisco Cipta Graha Sarana menyelesaikan Pedestrian dengan Saluran Lebar 3 meter, Jl. Diponegoro (Jl. Citandul sampai Brandgang Kapuas), Rp3.421.148.443.
2020
- PT. Arisco Cipta Graha Sarana, membangunan Pedestrian dengan Saturan (Lebar Pedestrian>3 ml Jl. Gelora 10 November dan Gelanggang Remaja (DBH), Rp4,141,010,357.
Sementara, PT Media Cipta Perkasa dapat pekerjaan sendiri dari DPUBMP Pemkot Surabaya. Diantaranya:
- PT. Media Cipta Perkasa, mengerjakan Pedestrian Dengan Saluran UGutter + Curbing + Wiremesh U-50, JL. Semarang - Saluran Margorukun, Rp4.935.745.100.
- PT. Media Cipta Perkasa mengerjakan Jembatan Bentang 8m (Jl. Platuk) Jembatan Bentang 8m (JL. Tambak Wedi), Rp2.603.903.861.
Kedua proyek tersebut, dikerjakan PT Media Cipta Perkasa tahun 2017. (Hyu)
Editor : Redaksi