Dituding Gerogoti Pokir Kusnadi DPRD Jatim

Harta Tahta Fujika Senna Oktavia

potretkota.com
Fujika Senna Oktavia.

Potretkota.com - Pasca menikah siri dengan Kusnadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) periode 2019-2024, Fujika Senna Oktavia yang baru lulus sarjana mendadak kaya.

Berbekal pengalaman Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Fujika Sena Oktavia janda muda 23 tahun ini pun sesudah menikahi Kusnadi di DPRD Jatim dapat julukan istimewa, “Ibu Negara”.

Baca juga: Kisah Cinta Fujika, dari Presiden BEM Hingga Pilih Nikahi Kusnadi

Sebagai “Ibu Negara”, perlakukan Fujika Sena Oktavia di DPRD Jatim pun spesial. Apa yang disuka, harus dituruti oleh Kusnadi. Padahal rekening resmi yang biasa menampung gaji dan tunjangan Kusnadi di Bank Jatim tahun 2019 sampai 2022, hanya Rp3,1 miliaran.

Baru saja menikah siri, tahun 2019 saat Kusnadi dilantik sebagai Ketua DPRD Jatim, Fujika Sena Oktavia membuat usaha pertambangan bernama CV Senna Adreena dan CV Senna Dua. 

Kedua usaha tersebut dibawah naungan atau holding PT KUS (Karana Usaha Semesta), Direkturnya Tatang Rusmawan alias Totenk seorang aktor panggung, guru teater dan pendiri Sanggar Lidi Surabaya mantan suami Fujika Sena Oktavia.

Tambang pasir Kusnadi dan Fujika rencana beroperasi di Jawa Timur, hanya saja yang terungkap dalam persidangan lokasi usaha berhektar-hektar paling banyak berada di daerah Blitar dan Tuban. 

Video full Fujika Senna Oktavia. Youtube @potretkota

Kakayaan dan Aset Fujika

Meski usaha tambang tak berjalan lancar, uang masuk ke perusahaan CV Senna ataupun PT KUS terima banyak transferan.

Tahun 2019, karena tak betah tinggal di Apertemen kawasan Merr Sukolilo, Fujika lalu dibelikan rumah di Mosselbay Pakuwon City Blok W, Surabaya Timur seharga Rp10,9 miliar. DP (Down Payment) awal Rp1,5 miliar cicilan perbulan 71 juta.

Tahun 2020 saat berusia 25 tahun, Fujika mendapat kado istimewa, yaitu mobil baru Mercedes Benz seharga Rp2,1 miliar. 

Tahun 2021 usia 26 tahun, kado ulang tahun Fujika berupa cincin seharga Rp71 juta beserta hiburan 3 hari berturut-turut di hotel berbingang 5 dengan biaya lain-lain termasuk artis Rp500 juta.

Tahun 2022 usia 27, kado ulang tahun Fujika mobil Rubicon seharga Rp1,8 miliar.

Selanjutnya, tahun 2023 Fujika dibelikan mobil Toyota Venturer untuk operasional perusahaan, surat-suratnya pinjam nama atas nama Nur Khayah dan Savila. 

Selain mobil mewah dan perhiasan, Fujika juga menerima barang branded seperti balenciaga dan tas Hermes yang dibeli dari Dubai, Uni Emirat Arab. Sesekali dalam sehari, anak perempuan Joko Mustofa ini membeli parfum Christian Dior seharga Rp10 juta dan Rp4,5 juta.

Sumber dana yang dipakai membeli aset kendaraan pribadi, tanah dan bangunan termasuk renovasi rumah Fujika di Lamongan, semua disebut-sebut didapat dari hasil memotong APBD Jatim hibah pokok-pokok pikiran (pokir) Kusnadi. 

Baca juga: Kesaksian Istri Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya 

Fujika Senna Oktavia

Membentuk Korlap Pokir dan Pokmas

Data yang pernah dibuka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil sita dokumen dikantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemprov Jatim, Kusnadi periode 2020-2023 mendapat jatah pokir Rp366.111.042.000.

Jatah pokir disebut Fujika rencana disiapkan Kusnadi maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim periode 2025-2030 melawan Khofifah Indar Parawansa. Karena itu, Kusnadi membentuk koordinator lapangan hampir se Jatim. 

Koordinator lapangan (korlap) yang mengelola pokir Kusnadi, dibebani potongan awal 15-20 persen. Namun, dijual lagi kepada kelompok masyarakat atau pokmas 25-30 persen, bahkan ada yang hampir mencapai 50 persen. Sehingga pokmas yang mengerjakan infrastruktur spek pekerjaan tidak sesuai.

“Ada prosentase (fee) 15-20 persen yang diberikan terlebih dahulu,” kata Fujika, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (30/1/2026) siang.

Fujika Bendahara PDI Perjuangan Lamongan mengaku, jatah pokir Kusnadi juga dibagikan kepada pengurus PDI Perjuangan wilayah Jawa Timur untuk dibagikan kepada masyarakat. 

“Yang Rp10 miliar saya distribusikan kepada Ketua PAC PDI Perjuangan, segala macam lainnya saya tidak ingat,” dalihnya.

Baca juga: Hibah Pokir Guntur Wahono Anggota DPRD Jatim Rp30 Miliar

Untuk menampung uang pokir puluhan miliar, Fujika memiliki 4 rekening Bank Mandiri, 3 BCA dan 1 Bank Jatim.

“Kalau yang Bank Jatim, buka rekening karena ada bantuan politik dari Pemerintah,” aku Fujika.

Tanggapan Sidang

Terdakwa Jodi Pradana Putra menuding alasan sengaja cerai dengan Tatang Rusmawan, karena Fujika ingin menggerogoti harta Kusnadi. Termasuk menduga ada kerjasama dengan Tatang Rusmawan dan Joko Mustofa untuk menyembunyikan harta dan aset miliaran yang belum tersentuh KPK. Namun, tuduhan itu pun dibantah oleh Fujika.

Pun demikian, Terdakwa Hasanuddin heran, karena uang yang sudah dihitung masuk ke Fujika kurang lebih Rp72 miliar. Namun ia dan Terdakwa lain seperti Jodi, Sukar dan Wawan Kristiawan didakwa KPK tidak sampai Rp50 miliar. Dalih Fujika semua uang pokir tidak dipakai pribadi, tapi digunakan untuk kepentingan partai.

Mendengar semua keterangan Fujika dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Ferdinand Marcus L., S.H., M.H, pun tampak kecewa, karena pokir yang seharusnya bermanfaat untuk masyarakat dipotong habis-habisan.

“Kamu ini pernah jadi Presiden BEM, seharusnya idealismemu itu masih ada,” tutur Ferdinand.

“Kalau misalkan itu dibelikan 100 rumah sederhana, bisa 100 rumah,” pungkas Ferdinand. (ASB) 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru