Ada Potongan 15 Persen

Hibah Pokir Kusnadi DPRD Jatim Mengalir ke KPU dan Bawaslu

potretkota.com
Rendra Wahyu Kurniawan.

Potretkota.com - Tak menyangka, dana hibah pokok-pokok pikiran (pokir) Kusnadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jatim) periode 2019-2024, juga mengalir ke oknum Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum).

Hal ini disampaikan Rendra Wahyu Kurniawan staf administrasi Kusnadi. Dimaksud kader PDI Perjuangan dari Tulungagung yang menerima jatah pokir kusnadi yaitu KPU Lamongan inisial MA dan Bawaslu Gresik inisial AN.

Baca juga: Polisi Periksa Armuji Wawali Surabaya dan Musyafak DPRD Jatim

Masing-masing, disebut Rendra Wahyu Kurniawan membeli pokir dari Kusnadi Rp1 miliar. Pokir Kusnadi dijual kepada keduanya, baik MA dan AN 15 persen.

"Kalau ada kepentingan politik, bayar belakangan," kata Rendra Wahyu Kurniawan, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (5/2/2026) 

Baca juga: Admin Hibah Pokir Kusnadi Digaji Fujika Tiap Bulan Rp11,5 Juta

"Kalau yang tidak punya kepentingan politik, bayarnya dimuka. Kalau kenal, ada yang pakai uang muka 7,5 persen, dibayar belakangan 7,5 persen," tambah Rendra, ada juga yang bisa sewaktu-waktu kalau Kusnadi butuh bisa langsung ditarik. 

Jatah Kusnadi, menurut catatan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disita dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, total dari tahun 2020-2023, total Rp366.111.042.000.

Baca juga: BAP Kusnadi Sebut Khofifah dan Emil Terima Fee Hibah 30 Persen

Semua jatah hibah diecer Kusnadi dan pasangannya Fujika Senna Oktavia hampir ke semua wilayah Jawa Timur. Tujuannya Kusnadi menjual pokir untuk modal maju Gubernur Jatim melawan Khofifah.

Rendra Wahyu Kurniawan hanya bisa mengingat jatah Kusnadi dijual ke wilayah Kediri, Blitar, Malang, Lamongan, Gresik. "Selebihnya saya lupa," imbuhnya. (ASB)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru