Akibat Perang Israel-Amerika vs Iran

24 Peserta Ziarah Tertahan di Amman Akibat Penutupan Penerbangan dari Yordania

potretkota.com
Capture video peserta tour ziarah napak tilas perjalanan Yesus Kristus di Timur Tengah.

Potretkota.com - Sebanyak 24 peserta tour ziarah napak tilas perjalanan Yesus Kristus di Timur Tengah terpaksa tertahan di Amman, Yordania. Mereka belum bisa kembali ke Indonesia setelah seluruh penerbangan dari negara tersebut dihentikan sementara akibat perang Israel-Amerika vs Iran, di Timur Tengah.

Rombongan ziarah yang dikelola biro perjalanan Renata Tour & Travel asal Surabaya awalnya dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 4 Maret 2026 melalui Bandara Amman. Namun, rencana tersebut batal karena penutupan penerbangan internasional dari Yordania.

Baca juga: Pasca Serangan “Operation Epic Fury”, Peta Kekuatan Timur Tengah Berubah Drastis

Staff Renata Tour & Travel, Kresentia Verena, menjelaskan bahwa penutupan penerbangan membuat kepulangan para peserta ziarah terpaksa ditunda hingga situasi kembali memungkinkan.

“Peserta tour seharusnya kembali ke Indonesia pada 4 Maret dari Amman, Yordania. Namun karena penerbangan ditutup, kepulangan mereka harus ditunda,” ujar Kresentia Verena, Sabtu (7/3/2026).

Kresentia Verena menambahkan, pihak travel kini berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman untuk mencari solusi agar para peserta dapat segera kembali ke Tanah Air.

Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Pakde Karwo Ziarah ke TPU Keputih

“Atas bantuan KBRI Amman, rencananya peserta akan dipindahkan ke Kairo, Mesir melalui jalur darat. Dari Kairo, masih tersedia cukup banyak penerbangan internasional,” tambahnya.

Dampak konflik di kawasan Timur Tengah ini tidak hanya dirasakan jemaah umrah asal Indonesia, tetapi juga ratusan peserta ziarah napak tilas perjalanan Yesus Kristus yang tengah berada di beberapa negara di wilayah tersebut.

Baca juga: Deretan Penghargaan Internasional KRI Sultan Iskandar Muda Saat Misi Perdamaian di Lebanon 14 Bulan

Sebelumnya, video viral di media sosial menunjukkan peserta tour ziarah meminta bantuan pemerintah Indonesia karena tertahan di Amman. Dalam video tersebut disebutkan sekitar 200 peserta ziarah dari berbagai rombongan masih berada di Amman akibat tidak adanya penerbangan keluar dari negara itu.

Hingga kini, pihak travel bersama KBRI terus berupaya mengatur pemindahan para peserta ziarah agar dapat melanjutkan perjalanan pulang melalui negara lain yang masih membuka akses penerbangan internasional. (KF)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru