Massa Gelar Aksi Tuntut Reward Atlet ke Kantor Wali Kota Pasuruan

avatar potretkota.com
Massa meluruk kantor Wali Kota Pasuruan.
Massa meluruk kantor Wali Kota Pasuruan.

Potretkota.com - Puluhan massa yang terdiri dari atlet, pelatih, tokoh pemuda, dan simpatisan olahraga mendatangi Kantor Wali Kota Pasuruan di Jalan Pahlawan, Senin (2/4/2026). Mereka menilai Pemerintah Kota Pasuruan tidak konsisten terhadap komitmen pemberian reward kepada atlet berprestasi.

Aksi dipimpin Ketua Generasi Muda FKPPI Pasuruan Raya, Ayi Supaya. Dalam orasinya, ia menyentil keras kepemimpinan daerah. “Menjadi wali kota jangan 3D, Datang, Duduk, Duit. Perhatikan pemuda, terutama atlet Porprov Kota Pasuruan,” tegasnya di hadapan massa.

Baca Juga: Pasca Viral, Wali Kota Pasuruan Janji Tambah Reward Atlet

Aksi ini dipicu pemangkasan nominal reward yang sebelumnya disebut-sebut sebesar Rp30 juta bagi peraih medali, namun realisasinya hanya Rp10 juta. Para atlet dan pelatih mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi terkait perubahan tersebut.

Wahyu, asisten pelatih cabang olahraga MMA (Mixed Martial Arts), menyebut keputusan itu melukai semangat para atlet yang telah berjuang panjang. “Reward dipotong tanpa pemberitahuan. Atlet berlatih mandiri selama kurang lebih satu setengah tahun. Mereka berkorban waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi. Tapi penghargaan yang diterima justru tidak sesuai janji,” ujarnya.

Baca Juga: Husnul Huluk Disorot, SPM: Jangan Biarkan Aktor Intelektual Korupsi Ponpes Al Ibrohimi Gresik Lolos

Massa bergerak dari Jalan Gajah Mada menuju Jalan Hayam Wuruk, kemudian ke Jalan Diponegoro dan Jalan WR Soepratman, sebelum akhirnya berorasi di depan pintu masuk Kantor Wali Kota Pasuruan. Sepanjang perjalanan, mereka membawa tuntutan agar pemerintah daerah transparan dan mengembalikan nominal reward seperti yang dijanjikan.

Gelombang protes ini muncul setelah video viral memperlihatkan atlet peraih medali Porprov IX di Malang Raya menginjak plakat piagam dari Wali Kota Pasuruan di Gedung Grahadi KA Bhakti Praja. Aksi simbolik tersebut menjadi ekspresi kekecewaan atas penghargaan yang dinilai tak sebanding dengan perjuangan.

Baca Juga: Anggota DPRD Soroti Reward Atlet dari Wali Kota Pasuruan

Bagi para atlet dan pelatih, persoalan ini bukan semata soal uang. Mereka menilai penghargaan yang tidak konsisten mencerminkan minimnya perhatian terhadap pembinaan olahraga daerah. Jika kondisi ini terus berulang, bukan tidak mungkin semangat atlet muda Kota Pasuruan akan semakin tergerus. (dyt)

Berita Terbaru