Anggota DPRD Soroti Reward Atlet dari Wali Kota Pasuruan

avatar potretkota.com
Atlet peraih medali Porprov IX 2025 injak penghargaan Wali Kota Pasuruan
Atlet peraih medali Porprov IX 2025 injak penghargaan Wali Kota Pasuruan

Potretkota.com- Besaran reward bagi atlet peraih medali pada Porprov IX Jawa Timur 2025 menuai sorotan. Anggota DPRD Kota Pasuruan menilai nominal penghargaan yang diberikan Pemerintah Kota Pasuruan lebih rendah dibandingkan Porprov 2023 dan dianggap kurang layak.

Anggota DPRD Kota Pasuruan, Bahrudien Akbar Wahyudi S.E., M.M mengatakan persoalan ini ramai diperbincangkan di media sosial. “Di medsos sangat viral dan menurut kami nilainya kurang layak karena di bawah reward Porprov 2023. Boleh efisiensi, tetapi yang menyangkut kepentingan rakyat seperti ini harus diutamakan. Meskipun tidak sebesar tahun 2023, paling tidak mendekati nilai tersebut,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: Prestasi Tak Sejalan Penghargaan, Atlet Kota Pasuruan Kecewa

Politisi PKB ini juga mengungkapkan, setelah video atlet yang menginjak plakat penghargaan dari wali kota viral, dirinya dihubungi sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) dan wali atlet yang mengaku kecewa.

“Banyak pengurus cabor dan wali atlet yang mengeluhkan hal ini karena jauh dari harapan,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, atlet peraih medali emas pada Porprov IX 2025 menerima reward sebesar Rp10.000.000, turun dari Rp30.000.000 pada Porprov 2023.

Baca Juga: Hakim Minta Pengurus KONI Kota Kediri Kembalikan Uang Korupsi

Sementara peraih medali perak menerima Rp7.500.000, lebih rendah dibandingkan Rp20.000.000 pada 2023. Adapun peraih medali perunggu memperoleh Rp5.000.000, turun dari Rp10.000.000 pada Porprov sebelumnya.

Bahruedin menilai Pemerintah Kota Pasuruan seharusnya dapat mencari solusi agar penghargaan bagi atlet tetap menjadi prioritas. “Seharusnya Pemkot melalui wali kota bisa menyiasati hal ini dan mengutamakan atlet yang sudah berjuang membela nama Kota Pasuruan. Minimal reward-nya setara dengan Kota Probolinggo atau Kota Mojokerto,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, saat penyerahan reward menyampaikan bahwa penyesuaian nominal dilakukan karena adanya efisiensi Tambahan Penghasilan Pegawai (TKD).

Baca Juga: Lintas Generasi Ramaikan Acara Friday Night Run Pasuruan Kota

Namun, kebijakan tersebut memicu kekecewaan sejumlah atlet. Bahkan, beredar video yang memperlihatkan atlet meninggalkan ruangan dan menginjak plakat penghargaan karena merasa nilai reward tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelum bertanding di Porprov IX Malang Raya.

Pada ajang tersebut, kontingen Kota Pasuruan meraih 6 medali emas, 7 medali perak, dan 23 medali perunggu dari sejumlah cabang olahraga, di antaranya MMA, Muay Thai, Kick Boxing, dan Kempo. Meski demikian, peringkat Kota Pasuruan dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan Porprov 2023. (dyt)

Berita Terbaru