Potretkota.com - Ledakan keras terjadi di pabrik pengolahan baja milik PT GWS di kawasan industri Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/4/2026) sore. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang pekerja tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa itu juga sempat terekam dalam video amatir warga yang menunjukkan kepanikan para pekerja sesaat setelah ledakan terjadi. Dalam rekaman tersebut, para pekerja berhamburan keluar pabrik untuk menyelamatkan diri. Suara ledakan bahkan terdengar hingga ke permukiman warga sekitar.
Baca juga: Polisi Sosialisasikan Bahaya Bullying di SDN Lambangan
Berdasarkan informasi sementara, ledakan diduga berasal dari aktivitas pemotongan material besi tua menggunakan alat las. Saat proses berlangsung, sebuah tabung atau drum yang sedang dipotong tiba-tiba meledak.
Korban tewas diketahui berinisial R. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala setelah terkena serpihan baja. Sementara itu, dua korban lainnya segera dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Keluarga untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Lansia Penjual Lontong Balap dan Bubur Sumsum Asal Sidoarjo Menjemput Mimpi ke Tanah Suci
Tim Gegana dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak militer.
“Ledakan dipicu oleh tabung atau drum yang sedang dipotong oleh pekerja,” ujar Heri Prasetyo, HRD General Affair PT GWS Sidoarjo.
Baca juga: Polresta Sidoarjo Amankan 43 Tersangka dari 36 Kasus 3C
Akibat insiden ini, aktivitas pabrik dihentikan sementara hingga Senin malam. Aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Selain itu, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami aspek keselamatan kerja di pabrik tersebut, termasuk apakah prosedur yang diterapkan sudah sesuai dengan standar yang berlaku. (SR)
Editor : Redaksi