Potretkota.com - Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, berbagai persiapan dilakukan calon jamaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Salah satu yang menarik perhatian adalah kebiasaan memberi penanda unik pada koper, mulai dari rajutan, bantal kepala kecil, boneka, hingga foto pemilik berukuran besar.
Penanda tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan cara sederhana namun efektif untuk mencegah tertukarnya barang di antara ribuan koper jamaah yang bentuknya seragam. Terlebih bagi jamaah lanjut usia, tanda khusus ini sangat membantu saat proses pengambilan bagasi.
Baca juga: Kelelahan dan Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji
Di area penyimpanan koper Asrama Haji Surabaya, ratusan koper tampak berderet rapi. Sekilas terlihat sama, namun jika diperhatikan lebih dekat, masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Ada yang diikat dengan kain warna-warni, dihiasi rajutan tangan, hingga dipasangi foto besar agar mudah dikenali dari kejauhan.
Kasubag Umum Asrama Haji Surabaya, Abdullah Mawardi, mengatakan pemberian penanda pada koper diperbolehkan selama tidak melanggar aturan keselamatan penerbangan.
“Biasanya koper jamaah diberi penanda bermacam-macam, seperti rajutan, boneka, kain selendang, bahkan bantal kepala atau foto besar pemiliknya. Tujuannya agar tidak tertukar, terutama bagi jamaah lansia,” ujar Abdullah, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, saat ini tidak ada pembatasan khusus terkait ukuran penanda koper. Namun jamaah tetap diimbau memastikan penanda tersebut tidak mengganggu keamanan dan sesuai dengan ketentuan maskapai.
Baca juga: PPIH Debarkasi Surabaya Berikan Layanan Khusus bagi Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda
Sementara itu, salah satu jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Surabaya, Nurhayati, mengaku sengaja memberi tanda khusus pada tas miliknya dan keluarga agar lebih mudah dikenali.
“Kami memberi tanda berupa aksesori buah-buahan pada tas supaya mudah dicari dan tidak tertukar dengan milik jamaah lain,” kata Nurhayati.
Menurutnya, ada tiga tas yang diberi tanda serupa, termasuk milik anak-anaknya. Dengan cara ini, ia merasa lebih tenang karena dapat mengenali barang bawaan dengan cepat.
Baca juga: Jemaah Haji Kloter 12 Meninggal Dunia Saat Perjalanan Pulang
“Ada tiga tas yang kami beri tanda, termasuk milik anak-anak. Dengan penanda ini rasanya lebih aman,” tambahnya.
Dengan jumlah jamaah yang mencapai ribuan orang setiap musim haji, penanda sederhana pada koper menjadi solusi praktis untuk mencegah tertukarnya barang. Langkah kecil ini diharapkan dapat membantu jamaah menjalani ibadah haji dengan lebih nyaman tanpa kekhawatiran terhadap barang bawaan. (KF)
Editor : Redaksi