Potretkota.com - Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengadakan workshop strategi implementasi pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan penyusunan buku panduan penanganan bencana inklusi dalam perencanaan daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jatim, Bambang Agus Legowo mengatakan, memang selama ini belum pernah dibahas di BPBD seluruh Indonesia. Tujuan pembahasan ini ada penyampaian informasi secara khusus agar para difabel ini bisa menyelamatkan diri.
Baca juga: Polisi Pasang Alarm Motor Gratis untuk Cegah Curanmor di Surabaya
“Ini penting untuk memahamkan semua pihak bahwa ada saudara kita yang disabilitas agar mampu menghindar dari bencana, Adapun strategi yang akan diterapkan adalah dengan pengarusutamaan inklusi dalam perencanaan daerah di Jawa Timur,” kata Bambang di salah satu hotel kawasan Gubeng, Surabaya, Rabu (21/11/2018).
Baca juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
Sementara itu Edi mewakili Bappeda Jatim menambahkan, dari segi landasan hukum sudah ada melalui Pergub Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Resiko Bencana. “Ini hanya perlu sosialisasi dari pusat ke daerah serta belum memperdayakan lembaga terkait,” tambahnya.
Baca juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan
Perlu diketahui acara tersebut bertujuan untuk ada upaya dari seluruh dinas dan badan lebih siap menghadapi bencana melalui perencanaan dan penganggaran yang responsif. (Tio)
Editor : Redaksi