Tubruk ISO 45001:2018

Pekerjaan Miliaran Dermaga Kalimas Ambrol Ngawur

potretkota.com

Potretkota.com - Pekerjaan Dermaga Kalimas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang dialokasikan Rp 3 miliar terlihat asal garap. Bagaimana tidak, sebagai pelaksana proyek, PT Berkah Industri Mesin Angkat (Bima), anak perusahaan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Port, menubruk ISO 45001:2018 tentang Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

“Lha itu kok begitu. Pihak perusahaan (PT Bima) dan pekerja yang masuk kawasan proyek santai, tidak memakai baju dan helm pengaman. Kasihan itu pekerjanya, juga tidak dikasih tali pengaman. Kalau kecebur sungai Kalimas bagaimana,” celetuk seseorang yang mengklaim sebagai keamanan di pelabuhan rakyat, Senin (28/1/2019).

Baca juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal

Saat akan dikonfirmasi, Pegawai PT Bima dikenal sebagai Rian Ardiansyah selaku Koordinator Lapangan Pekerjaan Dermaga Kalimas Surabaya, memilih menghindari pertanyaan. Sesaat pihak PT Bima melalui security PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) berinisal AS, seketika malah melarang Potretkota.com berada di lokasi sekitar proyek.

“Kalau mau masuk sini (Kalimas), semua wartawan harus izin Humas Pelindo. Bukan izin CEO (Pelindo III Regional Jawa Timur) Onny Djayus atau lainnya,” tegas AS.

Baca juga: Pekerja Bongkar Muat Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak

Pernyataan AS terkesan aneh. Sebab, jika pekerjaan tidak ngawur dan asal garap, tidak semestinya pihak PT Bima ataupun PT BJTI Port gerah akan kehadiran pertanyaan wartawan yang tugasnya sebagai kontrol sosial.

Baca juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran

Seperti diketahui, sebelum Dermaga Kalimas ambrol sepanjang 75 meter, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) melakukan pengerukan agar air yang biasa dipakai kapal rakyar berlabuh bisa bersandar dengan maksimal.

Karena ambrol, Dermaga Kalimas yang biasa digunakan kapal rakyat parkir 24 jam otomatis tidak bisa digunakan secara maksimal. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru