Bawaslu & KPU Sosialisasi Golput Pemilih Pemula

potretkota.com

Potretkota.com - Agar tidak ada yang golput di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, Hadi Margo Sembodo, lebih inten turun ke lapisan masyarakat khususnya kepada insan akademik.

Menurut Hadi, untuk menimalisir adanya antipati masyarakat di Pilpres 2019, Bawaslu Surabaya mengajak masyarakat supaya tidak golput. Karena pihaknya menilai bahwa golput seharusnya tidak perlu ada. Mengingat itu akan merugikan masyarakat sendiri andai kata pemimpin yang terpilih tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Untuk itu, dirinya bersama KPU mengajak masyarakat untuk memberikan hak pilihnya.

Baca juga: Polisi Pasang Alarm Motor Gratis untuk Cegah Curanmor di Surabaya

"Untuk itu di forum-forum sosialisasi, saya sampaikan bahwa golput sendiri merupakan tindakan yang merugikan bagi diri sendiri, dan merupakan tindakan yang tidak beretika di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Hadi pada Potretkota.com seusai mengisi seminar di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Surabaya,

Ia menambahkan, terutama pemilih pemula perlu dibangun kesadarannya agar mengerti bagaimana pentingnya bagi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam Pilpres 2019 ini. "Penting menanamkan kesadaran pada pemilih pemula, supaya dapat turut berpartisipasi secara aktif dalam Pemilu nanti," ujar Hadi.

Sedangkan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Robiyan Arifin mengapresiasi PMKRI yang sudah ikut membantu partisipasi para insan akademik untuk mensukseskan Pemilu. Meskipun, apa yang dilakukan para mahasiswa tersebut sebatas seminar.

Baca juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar 

"Saya mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman PMKRI ini. Melalui seminar seperti ini bermanfaat bagi pemilih pemula," jelas Robi di Kantor PMKRI Jalan Taman Simpang, Surabaya.

Sekadar mengetahui, bahwa Seminar Pendidikan Pemilih dan Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Surabaya, Sabtu (15/2/2019) lalu dihadiri lebih dari 60 peserta.

Ewaldus Bole, Ketua PMKRI Cabang Surabaya mengatakan, sebenarnya acara yang diselenggarakannya ini berawal dari adanya mahasiswa yang tergabung dalam PMKRI dari luar Pulau. Yang kemudian, menurutnya mereka khawatir tidak bisa memberikan hak suaranya karena tidak bisa kembali ke daerah masing-masing. Untuk itu, pihaknya ingin mendapatkan pemahan lebih lanjut terkait boleh tidaknya, bagi para Mahasiswa yang bukan asli Surabaya namun memberikan hak suara di Surabaya.

Baca juga: Seleksi Petugas Haji Diperketat, Utamakan Layanan Kesehatan

"Acara ini berawal dari adanya kegelisahan teman-teman, yang bukan dari Surabaya.namun mereka ingin memberikan hak suaranya di sini (Surabaya), karena pulang terlalu jauh," ungkap Bole.

Lebih lanjut, Bole mengatakan, KPU sendiri telah merespon kekhawatiran para Mahasiswa Katolik tersebut dengan baik. Sehingga, katanya, sekarang ini dari 100 mahasiswa yang terdata sudah bisa memberikan hak suaranya di Surabaya. (Qin)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru